Kapal Selam Nuklir Inggris Menembus Es Arktik untuk Pertama Kalinya dalam Satu Dekade Terakhir

Royal Navy submarine HMS Trenchant breaking through the metre-thick ice of the Arctic Ocean on Ice Exercise 18. (Royal Navy)

HMS Trenchant menembus es setebal satu meter di Kutub Utara untuk menunjukkan kekuatan militer Inggris.

Kapal selam Royal Navy ikut serta dalam Ice Exercise 18, sebuah rangkaian operasi militer skala besar yang melibatkan AS.

Ini adalah pertama kalinya dalam satu dekade terakhir diamana kapal selam Royal Navy berlatih di bawah es di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia.

Wilayah Arktik telah menjadi fokus persaingan yang semakin meningkat.

Rusia diyakini menyembunyikan kapal selam rudal balistiknya di sana, sementara negara-negara NATO mengembangkan keterampilan untuk menemukan dan menghancurkannya.

Hal ini terjadi saat Inggris bersiap menghadapi reaksi atas keputusan Theresa May untuk mengusir 23 orang diplomat Rusia.

Moskow merencanakan sebuah respon terhadap Amerika Serikat setelah pemerintah Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada orang-orang Rusia yang diduga terlibat dalam campur tangan dalam pemilihan AS dan serangan cyber pada tahun 2016.

Serangan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury disorot oleh Departemen Keuangan AS sebagai salah satu pembenaran untuk melawan Moskow.

Departemen Keuangan AS mengatakan penggunaan gas saraf kelas militer dalam insiden Salisbury; “lebih jauh menunjukkan tindakan sembrono dan tidak bertanggung jawab atas pemerintahannya (Rusia)”.

Trenchant joins US submarines USS Connecticut and USS Hartford for ICEX18, a series of demanding trials in the frigid climate of the Arctic Circle. (Royal Navy)
Trenchant joins US submarines USS Connecticut and USS Hartford for ICEX18, a series of demanding trials in the frigid climate of the Arctic Circle. (Royal Navy)

Sanksi tersebut mendorong ancaman pembalasan dari pemerintah Rusia, yang mengatakan bahwa sebuah respon telah dipersiapkan.

Sementara itu, Kremlin terus mempertimbangkan bagaimana menanggapi keputusan Theresa May setelah melakukan pengusiran besar-besaran terhadap diplomat Rusia sejak Perang Dingin diumumkan pada hari Rabu.

Presiden Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan dewan keamanannya pada hari Kamis untuk mempertimbangkan hubungan Inggris-Rusia.

Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Moskow akan mengusir diplomat Inggris “segera” dan menganggap “provokasi Skripal” sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari proses Brexit.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan keputusan akhir mengenai tindakan pembalasan ; “tentu saja akan dilakukan oleh presiden Rusia”, ia menambahkan: “Tidak ada keraguan bahwa dia akan memilih varian (respon) yang paling sesuai dengan kepentingan Federasi Rusia”.

Dalam demonstrasi persatuan Barat, May dan Trump, bersama dengan Angela Merkel dari Jerman dan Emmanuel Macron dari Prancis, mengeluarkan sebuah pernyataan bersama yang mendukung kesimpulan Perdana Menteri bahwa “sangat mungkin” Rusia berada di balik serangan terhadap Skripal, sebagai mana dilansir dari Mirror (16/03).

Photo : Royal Navy submarine HMS Trenchant breaking through the metre-thick ice of the Arctic Ocean on Ice Exercise 18. (Royal Navy)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s