Pembangunan Struktur Pertahanan Militer di LCS

Tiongkok lewat seorang jenderal terkemukanya menyarankan agar struktur pertahanan militer harus dibangun di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan (LCS). Wakil presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok, Letjen He Lei, beralasan pulau-pulau itu perlu dimiliterisasi untuk memperkuat klaim kedaulatan Tiongkok atas perairan itu.

Tiongkok membangun pulau-pulau buatan di LCS meskipun masih terjadi saling tumpang tindih klaim di sana. Pernyataan He disampaikan kepada wartawan dalam pertemuan tahunan legislatif. Dia menolak berkomentar apakah artinya pesawat-pesawat perang Tiongkok akan dikerahkan di pulau-pulau itu.

Pada Rabu (7/3), Beijing merasa tidak senang atas kunjungan sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) ke pelabuhan Vietnam untuk mengawasi perkembangan. Ini kali pertama kedatangan kapal semacam itu sejak Perang Vietnam.

Surat kabar Tiongkok, Global Times, menyebut kedatangan kapal USS Carl Vinsion tidak mungkin mengubah keseimbangan kekuatan di LCS, yang sebagian besar diklaim oleh Tiongkok, dan dengan adanya struktur-struktur militer Tiongkok di pulau-pulau buatannya.

“Kewaspadaan dan ketidaksenangan Tiongkok tak terelakkan, tapi kami tidak berpikir bahwa kunjungan USS Carl Vinsion ke Vietnam bisa menimbulkan masalah di LCS,” sebut surat kabar yang dikenal nasionalis garis keras dalam halaman editorialnya.

Surat kabar itu menyebut kunjungan itu tidak akan menghasilkan alat khusus untuk menekan Tiongkok, serta pengiriman kapal perang AS ke LCS hanya akan menghabiskan uang. Vietnam dan Tiongkok memiliki klaim tumpang tindih yang luas atas pulau-pulau dan sumber daya di LCS. Sebaliknya, para pejabat AS menyatakan kunjungan itu adalah tanda komitmen AS kepada kawasan dan hubungan AS-Vietnam.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyalahkan agresi AS untuk mendestabilisasi kawasan. Tiongkok sejauh ini telah membangun instalasi radar, barak-barak, dan landasan pacu di pulau-pulau buatannya di LCS. Beberapa pulau memiliki landasan pacu yang mampu menangani pesawat militer Tiongkok.

“Beberapa kekuatan luar tidak senang dengan ketenangan yang ada dan mencoba untuk menimbulkan masalah dan mengacaukan perairan. Peragaan kekuatan mereka dengan pesawat terbang dan kapal-kapal angkatan laut sepenuhnya faktor paling mendestabilisasi di kawasan,” kata Wang merujuk aksi AS.

Tiongkok sedang bekerja sama dengan tetangganya di Asia Tenggara untuk menghasilkan kode perilaku demi menghindari friksi-friksi di perairan sengketa tersebut. Lima negara lain, Malaysia, Vietnam, Brunei, Filipina, dan Taiwan, memiliki klaim-klaim di dasar perairan kaya ikan, rute-rute laut penting, dan sumber daya alam potensial LCS.

AS telah mengirimkan angkatan lautnya dekat ke pangkalan Tiongkok dan melakukan penerbangan pengawasan ke pulau-pulau buatan negara itu. AS juga memperluas kemampuan militer kawasannya sebagai upaya untuk memperkuat pengaruhnya.

Photo : USS Carl Vinson, docks at a port in Danang, Vietnam March 5, 2018. © Nguyen Huy Kham / Reuters 

Sumber : Suara Pembaharuan

Advertisements

3 thoughts on “Pembangunan Struktur Pertahanan Militer di LCS”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s