Debat F-35 Versus Jet Tempur Rusia di Australia

Senator Liberal yang baru saja dilantik dan Mayor Jenderal (Purn) Jim Molan mempertanyakan bagaimana petempuran F-35 Joint Strike Fighters Australia bisa menang melawan jet tempur Rusia dalam sebuah pertemuan Senat.

Ketika berlangsung pembahasan dengan Kepala Defence Air Chief Marshal Mark Binskin, Senator Molan yang seorang mantan pilot militer mengemukakan sebuah diagram skenario dimana jet tempur Su-57 dan Su-35S buatan Rusia menghadapi armada pesawat terbang Australia, yang kemungkinan akan mencakup F-35, sekitar 800 mil laut utara Australia.

Senator Molan mengatakan diagram tersebut (tanpa menyebut pembuatnya), mengatakan jet-jet Rusia memiliki kinerja ketinggian yang lebih baik dan dapat mempertahankan penerbangan supersonik tanpa menggunakan afterburner.

“Ada deficiency ketinggian antara apa yang kita beli, F-35, dan apa yang dibangun oleh diagram Su-57 dan Su-35S,” ungkap Senator Molan.

“Ini menyiratkan elemen kecepatan super cruise lawan akan mengurangi kemampuan rudal dan ini menyiratkan penilaian tentang dampak rudal.”

ACM Binskin, mantan instruktur tempur, mengatakan ketika F-35 tidak memiliki elemen super cruise, dia mengatakan bahwa skenario dari diagram itu terlalu disederhanakan.

“Apakah ada relevansi dalam deficiency antara kemampuan terbang tinggi?” kata ACM Binskin.

“Apakah ada kebenaran dalam hal itu? Maksud saya, jika Anda memiliki pesawat terbang yang bisa naik lebih tinggi dan lebih cepat, beberapa orang akan mengatakan bahwa pesawat tersebut melaju lebih cepat ke rudal Anda (=some would say it just runs into your missile quicker), ini terlalu disederhanakan.”

Dilansir dari Defence Connect (01/ 03), ACM Binskin menambahkan bahwa skenario yang disajikan juga mencakup terlalu banyak “bagaimana jika”, dan salah menunjukkan bahwa F-35 hanya bisa mencapai 35.000 kaki.

“Apakah F-35 memiliki super cruise? Tidak. Apakah mempunyai radar yang lebih baik? Ya, memang begitu … mungkin tidak sampai di sana, pada ketinggian dan kecepatan itu, akan dapat dideteksi lebih awal sehingga (pesawat) bisa menggunakan senjatanya,” katanya.

Dua dari 72 pesawat F-35A Australia dijadwalkan memperkuat Base Williamtown RAAF secara permanen, menurut rilis NSW, pada bulan Desember tahun ini.

Ketika operasi terakhir digelar, yang diperkirakan dapat terlaksana pada bulan Desember 2023, Australia akan memiliki skuadron pelatihan dan tiga skuadron operasional yang terdiri dari 72 pesawat untuk menggantikan Hornets F / A-18 Classic dengan biaya $ 17 miliar.

Saat ini, tiga pesawat tengah menjalani operasi pengujian dan pelatihan di AS.

Photo : F-35 Australia di Avalon (Defence Connect)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

15 thoughts on “Debat F-35 Versus Jet Tempur Rusia di Australia”

  1. apakah su35 bisa mengendus f35?
    apakah f35 bisa mengendus su35?
    apakah radar oth di sisi bisa mendeteksi su35 lebih dini?
    apakah radar Indonesia bisa mendeteksi f35?
    apakah nassam bisa menembak f35?
    apakah patriot bisa menembak su35?

    kenapa banyak angka 35 disini?
    wkwkwk

    Like

  2. jindale mata jauh austral
    peswat aewcd he..sebagai mata rudal jauh austral
    f 35 sebagai eksekusi
    f 18 grobbeek he… sebagai ajian ilmu sirep,supaya biar bisa halimun,lalu destro aegis sebagai penebar maut laut,dan udara alias senopati perang.dan f 18 sebagai benteng dan serangan darat.
    sisanya skenariokan sendiri jalannya perang he…..he…..he….

    Like

  3. Perang candu zaman now

    intelijen – Tak kurang 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun dari RCC bakal masuk ke Indonesia. Informasi itu didapat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Budi Waseso, saat menjabat Kepala BNN.

    Pengamat politik Ahmad Baidhowi menegaskan, berdasarkan data dan fakta yang ada, pihak China memang sedang berusaha menghancurkan Indonesia melalui narkoba.
    “Narkoba yang jumlahnya sampai ratusan ton dari China menandakan negeri Tirai Bambu itu ingin menghancurkan Indonesia. Ini bagian Perang Candu yang dilancarkan China,” kata Ahmad Baidhowi kepada intelijen (06/03).
    Kata Baidhowi, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak boleh menganggap kecil masalah narkoba dari China. “Kelihatannya ada hubungan besar pihak di Indonesia dengan pihak China untuk menjalankan bisnis haram ini,” papar Baidhowi.
    Baidhowi mengingatkan, saat ini China ingin menguasai segala bidang di Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan segala cara. “Bidang ekonomi dan termasuk melalui narkoba. Bila orang Indonesia mengkonsumsi narkoba dan lemah, maka dengan mudah China menguasai Indonesia,” pungkas Baidhowi.
    Sebelumnya, Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, sependapat dengan sikap Bamsoet.
    “Saya sependapat dengan Ketua MPR dari fakta ini sudah sangat beralasan bagi NKRI putuskan hubungan diplomatik dengan RRC,” tegas Anton seperti dikutip merdeka (04/03).
    Menurut Anton, masuknya narkoba itu jelas sebagai bentuk penetrasi musuh dalam strategi perang modern maupun konvensional karena sejak dulu RRC terkenal dengan strategi perang candu pembuka perang fisik untuk merusak moral musuh.
    modus operandi itu, kata Anton bisa dicermati dari awal penyelundupan lewat ratusan ribu tiang pancang yang direncanakan untuk bangun gedung-gedung di pulau reklamasi. Ada pula lewat kapal-kapal besar.

    Beware of china

    Like

    1. setahu saya, bnn dapat info tsb juga dr aparat china….. di china lbh kejam hukuman untuk narkoba, jadi gimana relevansi bahwa china ekspor narkoba ke sini?

      Like

    2. Lebay lu bro.. Yg penting lu kgk make itu rumusnya.. Toh narkoba itu musuh dunia..

      Jgn pake berita copas utk menebar propaganda

      Like

  4. Kepanikan ausie begitu mendasar sebab indonesia udh deal utk Su 35, mereka tau F35 bisa kalah telak dengan su 35 klo dog fight di udara, ini krena ausie punya pengalaman pait dlm hal latian perang saat itu f18 hornet bisa kalah telak dengan su 27 dan 30 indonesia.. makanya mereka masih meragukan F35 ,sbenanrya ausie pengen akuisisi F22 tp amerika ga mau ngejualnya… hanya F22 lah yg bisa berhadapan dgn Su35.

    Like

    1. Ah kate siape…su 35 itu lawannya cm F15 klo utk lawan f35 tetap bakal kedodoran

      Itu pejabat militer australia sedang nyari budget aja pake blg su 35 superior,nanti ujung”nya minta dana tambahan hahaha

      Sudah biasa itu

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s