Tawaran Produksi Pesawat Nurtanio di China

N219 terparkir di di Bandara Halim Perdana Kusuma saat acara Pemberian Nama Pesawat N219 oleh Presiden RI, Jakarta, Jumat (1011). (Republika) 3
N219 (Republika)

Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu memikat perusahaan perdagangan pesawat asal Singapura, Avitra. Perusahaan itu tertarik untuk memproduksi pesawat yang memiliki nama Nurtanio itu.

Direktur Produksi PTDI, Arie Wibowo, mengatakan, ketertarikan Avitra diutarakan setelah melihat pesawat Nurtanio saat mejeng di pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2018.

“Ada yang mengajak kerja sama perusahaan investasi di China tapi representatifnya di Singapura. Dia ingin kerja sama buat Nurtanio,” tuturnya, Minggu (25/2/2018).

Arie menjelaskan, Avitra mengajak PTDI untuk memproduksi dan menjual pesawat Nurtanio di China. Ajakan itu pun disambut baik oleh PTDI meskipun belum ada langkah kongkrit.

“Jadi bukan hanya produksi, kita diajak jual juga di sana,” tambahnya.

Dalam perhelatan Singapore Airshow 2018, PTDI juga mendapatkan pesanan untuk pesawat Nurtanio sebanyak 75 unit.

Pesanan tersebut seluruhnya datang dari para gubernur di Indonesia. Gubernur-gubernur itu di antaranya dari Aceh, Kalimantan Utara dan Papua.

Ketiga gubernur itu telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pemesanan pesawat tersebut. Dari ketiga gubernur itu, yang paling banyak memesan itu yakni gubernur dari Aceh.

“Paling banyak Gubernur Aceh, dia beli 2 tapi opsi tambah 50 unit,” kata Arie.

Para gubernur itu membeli pesawat Nurtanio menggunakan APBD masing-masing. Nantinya pesawat yang dibeli akan dioperasikan oleh operator maskapai yang memiliki Air Operator Certificate (AOC).

Sumber : Detik

Advertisements

7 thoughts on “Tawaran Produksi Pesawat Nurtanio di China”

  1. Jangan mau dah. nanti di jiplak ma mereka… apa sih yang ga di jiplak sama mereka jika itu bakal menguntungkan buat mereka…
    kita keluar biaya banyak mereka tinggal buat tiruanya, terus jual murah. ngerusak pasar kita lagi. mending TOLAK saja pasar dalam negeri dan kawasan asean aja masih besar kok…

    Like

  2. kongkalikong antara singa dan cina
    biar dilihat,diamati dan dijiplak.
    lalu jual dinkri,tinggal bayar pejabat korup,lalu masuk deh itu pesawat jiplak.karna sing dan cina tau produk nkri murah dan kualitas eropa,kalau ada pesawat buatan pt di jatuh itu karena nkri belum swasembada tekno.bukan karna pesawatnya jelek tapi tekno luar yg jelek.

    Like

    1. ngga ada pesawat PT DI yang jatuh karena jelek, yang ada karena kekurangcakapan personel (pilot), kabut (tidak memiliki GPWS/TWAS), serta kena heavy crosswind.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s