Kesepakatan Su-35 Akan Menjadi yang Pertama, Selanjutnya?

Indonesia dan Rusia telah menandatangani kontrak untuk 11 jet tempur multirole Sukhoi Su-35S. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan RI Totok Sugiharto, kontrak senilai $ 1,14 miliar telah selesai.

“Dua unit jet tempur Sukhoi akan dikirim pada Agustus 2018,” tambahnya, mencatat bahwa enam lagi akan dikirim 18 bulan setelah kontrak menjadi efektif, dan tiga sisanya akan dikirimkan lima bulan setelah itu.

Kontrak tersebut mengakhiri pengadaan yang telah berjalan lama untuk penggantian “F-5”, yang menarik adalah persaingan dari sejumlah jet tempur Barat seperti Eurofighter Typhoon, Lockheed Martin F-16, dan Saab Gripen.

Rincian lain dari kesepakatan tersebut belum muncul, namun sudah diketahui bahwa sebagian biaya akan dibayarkan dengan barang ekspor tradisional Indonesia, seperti minyak sawit dan karet. Selain itu, menurut peraturan Indonesia baru-baru ini, kesepakatan tersebut harus melibatkan kewajiban offset pada eksportir.

Dengan pesanan ini, Indonesia menjadi pelanggan kedua di luar negeri untuk pesawat tempur supersonik generasi Rusia “4 ++”. China memesan 25 unit jet tempur pada 2015 senilai $ 2,5 miliar. Di batch awal, 10 unit jet tempur masuk ke layanan PLAAF pada tahun 2017 dan empat unit lainnya masuk ke Angkatan Udara pada tahun berikutnya, menurut Yuri Slyusar, presiden United Aircraft Corporation (UAC), yang mengendalikan biro desain Sukhoi dan pabrik KnAAPO yang merakit Su-35S.

10 pesawat yang tersisa akan dikirim tahun ini, sementara beberapa peralatan darat dan senjata akan disediakan pada tahun 2019, saat perwujudan kontrak harus selesai. Pilot PLAAF mulai berlatih di Rusia pada musim gugur 2016.

Pesanan pertama Indonesia untuk jet tempur Sukhoi terjadi pada tahun 2003. Sejak saat itu, Indonesia mengakuisisi lima jet tempur kursi tunggal Su-27SK dan 11 pesawat tempur multirole kursi ganda Su-30MK2, yang terakhir dikirim pada tahun 2013.

Negosiasi Su-35S mulai dibuka pada 2014, tak lama setelah Angkatan Udara Rusia mengkonfirmasi pesanan awalnya untuk tipe tersebut.

Meskipun kesepakatan Su-35S telah disetujui secara prinsip, dengan banyak konfirmasi resmi dari pejabat di Jakarta, terbukti sulit untuk meresmikannya.

Berbicara kepada AIN sebelumnya, direktur untuk kerja sama internasional dan kebijakan regional dengan perusahaan negara Rostec Victor Kladov mengatakan bahwa sebelumnya AS melakukan tekanan berat ke Jakarta untuk menghentikan kerjasama teknis militernya dengan Moskow.

Pemerintahan Obama mencabut sanksi AS atas impor senjata Indonesia yang disebabkan pelanggaran hak asasi manusia di Aceh dan wilayah lainnya, termasuk jet tempur F-16C dan amunisi yang diluncurkan di udara.

Pesawat tempur F-16 dan F-5 buatan AS dalam inventarisasi angkatan udara Indonesia telah lama di-grounded karena kekurangan suku cadang dan penghentian dukungan dari produsen.

Selanjutnya?

Menurut Kladov, kesepakatan Su-35 akan menjadi yang pertama dari rangkaian peralatan Rusia.

Selanjutnya adalah “program pembuatan kapal besar” (“a major shipbuilding program”) , yang rinciannya belum dipublikasikan, dan yang lain adalah helikopter.

Anggota Rostec, Techmash, akan memproduksi amunisi di Indonesia, termasuk amunisi kaliber 30mm dan kemungkinan amunisi kaliber 100mm untuk kendaraan tempur infanteri BMP-3F yang dioperasikan marinir Indonesia, sebagaimana dilansir dari AIN Online (20/02).

Photo : Improved Kilo class submarine (Defencetalk)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

25 thoughts on “Kesepakatan Su-35 Akan Menjadi yang Pertama, Selanjutnya?”

  1. Memang ASu ini kurang ngajar banget “tekanan berat” secara finansial dan politik diobok-obok. Dikira takut apa .. ayooo lah Indonesia bersatu … NKRI harga mati

    MERDEKA

    Like

    1. Eya tinggal diraba aja kok repot…kalo besar dan panjang itu pisang tanduk, tapi kalo kecil, pendek, lemes itu pisang habis kejepit pintu…hhhh

      Like

  2. selanjutnya S400 Triumph, Su 57, minta ilmu ke Rusia utk pengembangan rudal balistik, krena perang masa depan pake rudal balistik utk open firenya… kapal perang jenis corvete and destroyer jenis baru diperbanyak, kapal selam kelas2 kilo jg dtmabah.. indonesia negara kepulauan 3 matra negara kita hrus dperkuat dgn alutsista2 yg modern, lbh baik kita bersiap dri sekrang drpd nunggu perang itu terjadi bru kita mikirin itu…emg buat alutsista bisa sehari dua hri kan plg cpet 1 thn utk 1 unit aja…. tentara2 kita pada umumnya udh top abis deh and ga ush dtanya lagi kualitasnya, dengan adanya alutsista modern tentara kita makin gahar and negara lain berpikir sejuta kali buat macem2 ama indonesia krn semuanya udh lengkap and mematikan buat mereka..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s