Belanja Indonesia untuk Jet Tempur Barat

Indonesia sedang dalam pembicaraan dengan produsen Barat tentang kemungkinan order pesawat tempur dan mempertimbangkan Eurofighter Typhoon dan Lockheed Martin F-16V, menurut dua sumber industri di negara ini.

Dilansir dari Aviation Week (05/02), Saab Gripen dan Dassault Rafale kemungkinan juga akan menjadi kandidat, karena kedua pabrikan jet tempur tersebut memiliki kantor di Jakarta. Tidak diketahui berapa jumlah jet tempur yang sedang dipertimbangkan, namun mungkin kelipatan 16, ukuran biasa dari skuadron tempur Indonesia.

Pembicaraan dimulai tahun lalu, kata seorang sumber industri, yang menyebut Typhoon sebagai salah satu kandidat.

Tekanan anggaran dapat memaksa penarikan Indonesia dari program tempur KF-X Korea Aerospace Industries, yang membuat KAI mendapat dukungan dari operator kedua. Jika Indonesia tidak berhenti dari KF-X sepenuhnya, mungkin diperlukan peran yang lebih kecil.

Angkatan Udara Indonesia menyukai F-16, karena sudah mengoperasikan jenis itu, kata sumber industri lainnya. Kedua sumber tersebut sangat dekat dengan militer.

Sementara itu, Indonesia telah menerima pengiriman batch dua dari 24 F-16C / D yang telah diperbaharui yang dipesan pada tahun 2012. Angkatan Udara Indonesia sekarang memiliki 23 pesawat, yang disebut F-16ID.

Ke depan, Lockheed Martin telah mengusulkan F-16V dengan mesin Pratt & Whitney F100-PW-229, kata sumber kedua. Karena saat ini, Angkatan Udara Indonesia memiliki 32 unit F-16 yang memiliki mesin serupa dalam seri F100-PW-200, proposal proposisi Lockheed Martin akan mengurangi biaya pelatihan dan logistik.

Lockheed Martin mengatakan bahwa pesawat saat ini dapat ditingkatkan ke standar V dengan pemasangan radar dan avionik baru.

Rudal, bom, dan targeting pods yang dibeli untuk armada F-16 saat ini juga kompatibel dengan varian yang lebih baru, lagi-lagi mengurangi biaya pengadaan, kata perusahaan kepada pejabat Indonesia. Beberapa F-16 A / B mungkin tidak beroperasi.

Angkatan udara di Indonesia diperkirakan memiliki 180 jet tempur pada tahun 2024 di bawah sebuah rencana yang diperkenalkan pada tahun 2007 yang disebut Minimum Essential Force, namun hanya sedikit kemajuan yang telah dicapai terhadap target tersebut. Sekarang sudah 48 dan berencana memesan 11 unit Sukhoi Su-35s.

Dijatuhi embargo senjata A.S. pada dua dekade lalu, Indonesia bersikeras untuk mencari beberapa jet tempur dari pemasok non-Barat. Pabrikan Barat terus memasarkan jet tempur mereka di Indonesia.

Mereka telah hadir di Indonesia sejak tahun 2014.

Photo : F-16 V with TNI AU livery color, JDAM, AMRAAM 120 D and AIM 9X along with Sniper ATP (defence.pk)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

13 thoughts on “Belanja Indonesia untuk Jet Tempur Barat”

  1. Semoga pengambil keputusan, bisa mempertimbangkan masalah embargo dari negara pembuat yang politik nya double standart, negara pembuat manapun itu mau barat atau pun timur pasti mencari kesempatan untuk merusak indonesia.

    Like

  2. Wartawannya kurang akurat, yg jelas su 35 belum bisa dipastikan.
    Semua masih dalam tahap wacana, Alutsista buat apa ngabisin uang aja, gitu pola pikirnya.

    Like

  3. pemerintah= emang udah mau perang ya?
    anak formil= udah pak, perang batin
    pemerintah= makanya saya buat infrastruktur biar mengurangi kesenjangan, biar nggak perang batin wkwkwkkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s