Indonesia Akuisisi Sistem Senjata 57 mm untuk KCR-60M

Indonesia telah mengakuisisi sistem senjata Bofors 57 Mk 3 baru dari BAE Systems untuk KCR-60M pertamanya, KRI Sampari (628).

Senjata angkatan laut ini akan dipasang di posisi utama platform, sebuah sumber TNI-AL memberi tahu Jane pada akhir Januari 2018. Informasi ini telah diperkuat dengan pernyataan pejabat PT PAL di Surabaya, yang terlibat dalam pengadaan senjata tersebut.

Meriam 57 mm akan menggantikan meriam 40 mm dari Bofors, yang saat ini dipasang di ketiga unit KCR-60M. Senjata yang lebih tua diperoleh dari kapal pendarat (LST), KRI Teluk Semangka, sebagai langkah sementara untuk menyediakan sejata KCR-60M dengan kemampuan pendukung tembakan laut.

Saat ini Indonesia mengoperasikan tiga armada KCR-60M yang ditugaskan antara bulan Mei dan September 2014, dan mempersiapkan kapal keempatnya.

Kapal perang dengan panjang 59,8 m telah dirancang dengan pertimbangan berat untuk meriam 57 mm di posisi ke depan, namun kekurangan dana telah menghambat pengadaan sistem senjata yang diharapkan ini sejak tahun 2014.

KCR-60M didukung oleh dua mesin diesel MTU 20V 4000M73L, dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 28 kt dan kisaran standar 2.400 mil (4.444 km) pada 20 kt.

Pada 2017, Sampari menjalani modifikasi yang mencakup pelepasan peluncur rudalnya di belakang, meski sistem senjata ini masih ada di dua kapal lainnya, sebagaimana dilansir dari Janes (01/02).

Photo : Hanko 57 mm Bofors Mk3 Lippujuhlan päivä 2013 (Wiki)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

3 thoughts on “Indonesia Akuisisi Sistem Senjata 57 mm untuk KCR-60M”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s