Ambisi ‘Negeri Kanguru’ Jadi Eksportir Peralatan Militer Teratas

Hari Senin (29/01), Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull akan meluncurkan strategi ekspor pertahanan yang akan menjelaskan blueprint, atau kerangka kerja terperinci untuk mewujudkannya.

Termasuk dalam rencana itu adalah fasilitas pinjaman baru pemerintah yang menyediakan dana hingga $3,8 miliar, senilai Rp 38 triliun untuk membantu usaha kecil dan menengah mencari target pasar di luar negeri.

Rencananya PM Turnbull akan bergabung dengan Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne untuk meluncurkan startegi tersebut di Sydney.

Dalam wawancaranya di program AM dari ABC Radio, Senin pagi, Pyne mengatakan strategi ini sangat realistis bagi Australia. Ia juga mengatakan belum pernah ada pemerintahan yang memiliki tekad kuat untuk memajukan ekspor pertahanan untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan pekerjaan.

“Kita sudah mengekspor sejumlah besar suku cadang dan bushmaster protected vehicle [kendaraan militer sejenis truk yang dilengkapi senjata buatan Australia], hingga rudal anti-kapal yang disebut ‘Nulka’, serta banyak program militer gabungan, kapal perampung, dan sebagainya…”

Tapi Pyne mengatakan di luar produk-produk yang sudah diekspor Australia tersebut, pemerintah federal Australia ingin agar ekspor pertahanannya bisa lebih bersaing ketat di dunia.

Untuk lapangan kerja, Pyne menyatakan perkiraan lapangan pekerjaan yang bisa terbuka bisa mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu.

“Jadi $80 juta, senilai Rp 800 miliar selama empat tahun kedepan, ditambah fasilitas pinjaman investasi ekspor senilai $3,8 miliar, sekitar Rp 38 triliun. Kami mendirikan kantor ekspor pertahanan di Departemen Pertahanan, ada advokat ekspor pertahanan untuk advokasi ke luar negeri untuk mendukung orang-orang bekerja, seperti yang saya lakukan, ada program hibah untuk mendukung usaha kecil menengah yang ingin mengekspor, juga fokus yang ditingkatkan untuk pameran dan kampanye serta panjang, dan program untuk meningkatkan kemampuan para pemain ekspor pertahanan.”

Pyne mengaku Australia memiliki reputasi yang sangat baik soal kualitas dan kemampuan, kini saatnya untuk membuatnya menjadi produk-produk dan pelayanan.

Kendaraan militer dilengkapi senjata, Hawkei, diproduksi di Bendigo, Australia. (DoD Australia)
Kendaraan militer dilengkapi senjata, Hawkei, diproduksi di Bendigo, Australia. (DoD Australia)

Membantu Perusahaan Dapat Keuntungan dari Perang

Salah satu strategi yang diajukan adalah pemerintah memberikan hibah dan bantuan bagi sejumlah perusahaan untuk mendapatkan pasar baru, karena bank-bank tidak bisa memberikan pinjaman untuk bisnis ini.

Tapi tentu kebijakan ini akan memberatkan sejumlah warga Australia, sebagai pembayar pajak, untuk ‘membantu’ perusahaan-perusahaan mendapat keuntungan dari perang. Pyne memberikan penjelasan pertanggungjawaban soal ini.

“Pasar utama kita adalah Selandia Baru, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat, disinilah mayoritas upaya kita akan dikerahkan dan sudah dilakukan.”

“Kita membutuhkan sekutu yang kuat dengan negara-negara tersebut dengan kemampuan dimana kita butuh militer yang dapat memastikan kita mempertahankan perdamaian dunia. Saya rasa tidak ada yang akan mempertanyakan peranan kita di Irak dan Suriah baru-baru ini dan di Afghanistan, mencoba membawa perdamaian di kawasan-kawasan tersebut. Ini yang negara Barat coba lakukan dan memastikan jika kita memiliki sebuah sistem internasional peraturan yang berbasis global, dan lebih dari itu memiliki militer yang kuat.”

Photo : Perusahaan Thales di Australia membuat kendaraan militer yang dikenal dengan sebutan ‘The Bushmaster’ yang terlihat di Afghanistan. (Militer Australia)

Sumber : Australia Plus

Advertisements

6 thoughts on “Ambisi ‘Negeri Kanguru’ Jadi Eksportir Peralatan Militer Teratas”

  1. Asuu*ie emang bisanya apa? Sama rusia kalah, sama China kalah, sama india kalah, sama korut kalah, sama vietnam aja kalah kok, bisanya cuma berlindung diketiak amerika Sambil ngompol aja tuh

    😎

    Like

    1. jangan anggap remeh ausi mereka berpotesi jadi saingan yg berat.. (berat bikin masalah)

      Like

    1. ya, teknologi ok lebih maju

      mentalnya gimana?

      sudah jelas lebih kuatan kita daripada mereka

      contoh, operasi seroja, itu ada aussie aja mundur pas dengar tembakan dari ss1 TNI

      contoh real life sekarang, ada rumor kalo kita tameng mereka, karena kalo kita menjadi pihak china, aussie kalangkabut

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s