Keterlibatan AS Ikut Patroli di Perairan Natuna Perlu Perjanjian Bilaterlal

Patroli laut, baik yang bersifat terkoordinasi (coordinated patrol) atau patroli bersama (joint patrol) harus diatur terlebih dulu melalui perjanjian bilateral. Tujuannya agar patroli itu diuji terlebih dulu dalam suatu simulasi.

Hal itu dikatakan pengamat pertahanan Susaningtyas NH Kertopati atau yang akrab disapa Nuning di Jakarta, Kamis (25/1). Pandangan itu disampaikan Nuning menanggapi keinginan Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dalam patroli di perairan Kepulauan Natuna, seperti disampaikan Menteri Pertahanan James Mattis dalam kunjungannya ke Indonesia.

“Setelah perangkat dan hasil simulasi tersebut diterima kedua belah pihak, maka patroli baru diizinkan untuk dilaksanakan,” ujar Nuning. Dikatakan, patroli laut di sekitar Kepulauan Natuna pada prinsipnya menjadi kewajiban negara pantai, dalam hal ini TNI AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Hal itu sesuai dengan Hukum Laut Internasional 1982.

Mekanisme tersebut, kata Nuning, selama ini sudah berjalan dengan baik dan diterima oleh negara-negara di kawasan, termasuk Amerika Serikat. Sebagaimana mekanisme tersebut, jika ada kapal perang negara lain memasuki laut teritorial Indonesia akan selalu dilaksanakan passing exercise. “Konteks latihan tersebut yang lazim berlaku dan bukan patroli oleh kapal perang Amerika Serikat,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengungkapkan bahwa AS sangat tertarik masuk ke dalam kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. AS ingin bisa ikut patroli di Laut China Selatan, termasuk di perairan sekitar Kepulauan Natuna.

Menhan Mattis mengatakan, negaranya menunggu ajakan dari tiga negara tersebut untuk turut aktif patroli di Laut China Selatan. Dikatakan, AS memandang Indonesia memilki peran yang sangat penting di Asia Tenggara, sehingga menawarkan diri untuk bisa membantu Indonesia dalam meningkatkan keamanan kawasan.

Photo : KRI Nagapasa 403 (Istimewa)

Sumber : Berita Satu

Advertisements

6 thoughts on “Keterlibatan AS Ikut Patroli di Perairan Natuna Perlu Perjanjian Bilaterlal”

  1. ngapain ikut2an patroli. Selama ini Indo-Malay-Filipina sudah intens melakukan pengamanan di LCS dan tak ada persoalan serius. Malahan campur tangan ASU bisa bikin gaduh kawasan ASEAN-Asia Pasifik karena terkesan memancing agresifitas RRC

    Like

    1. sebagai warga negara indonesia yang baik.. biasakanlah menyebut dengan laut natuna utara ( lnu ) …terimakasih…

      mendingan g usah deh us ikut nimbrung di natuna

      Like

  2. Minta saja kemudahan memperoleh alutsista untuk pakai patroli di Perairan Natuna Utara berbentuk Kapal2 Cepat dengan teknologi yang cukup dan Helikopter2 Pengintai maritim serta Penambahan Radar Pesisir Pantai …. itu lebih bermanfaat tanpa membuat masalah baru di kawasan tersebut.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s