Kementerian Perdagangan Ungkap Alasan di Balik Alotnya Barter Sukhoi Su-35

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengungkapkan hingga saat ini belum ada kejelasan terkait imbal dagang atau barter untuk membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 dengan sejumlah komoditas di dalam negeri. Kedua pihak masih saling menunggu untuk melakukan penandatangan kontrak kerja sama imbal dagang.

Dia menjelaskan, pemerintah telah menawarkan banyak komoditi kepada Rusia, namun negara beruang merah tersebut masih menarik ulur proses penandatangan kontrak. Meski demikian, pemerintah tidak akan mendesak pihak Rusia untuk mempercepat proses kerja sama.

“Untuk imbal dagang kita menunggu kontrak utamanya karena seperti telur dan ayam, saya mau nawarin barang ini dan ini, mereka katanya siap membeli. Tapi tidak mau dulu diikat (tanda tangan kontrak),” kata Oke saat ditemui dalam sebuah acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (25/1).

Menurutnya, pihak Rusia ingin mengikat Indonesia dengan kontrak terlebih dahulu baru mereka menentukan komoditi yang mereka inginkan. Tetapi, pemerintah Indonesia ingin Rusia menentukan terlebih dahulu komoditi apa saja yang mereka inginkan baru kemudian dilakukan hitam di atas putih.

“Tetapi saya bilang ini sudah saya siapin barangnya, tapi dia (Rusia) belum mau. Nih tandatangan dulu baru saya milih (kata Rusia). Saya (bilang) pilih dulu, baru tanda tangan,” jelasnya.

“Ngapain dipaksa, kalau saya mau beli ini tapi belum di tandatangan, kan mengikat. Saya menunggu juga, cepat dong tanda tangan, saya tidak susah-susah harus promosi orang ini tinggal Rusia pilih (komoditi) deh, enak,” sambungnya.

Meski begitu, pemerintah tetap akan menjamin ketersediaan komoditi yang ditawarkan kepada Rusia. Sehingga, saat Rusia telah menetapkan komoditi yang akan ditukar oleh Sukhoi, maka Indonesia telah siap memasok komoditi tersebut.

“Saya tawarin banyak, tapi jangan sampai barangnya itu gak bisa dipasok. Jadi itu memastikan oh barang ini bisa dipasok, barang ini bisa dipasok. Jangan nanti ditawar-tawarin, begitu dibeli gak ada barangnya. Malu-maluin.”

Photo : Su-35 (Wiki)

Sumber : Merdeka

Advertisements

9 thoughts on “Kementerian Perdagangan Ungkap Alasan di Balik Alotnya Barter Sukhoi Su-35”

  1. Sumpah dah lucu juga yah kalau beli barang setengahnya pake imbal beli. kalau gak lagi krisis kayak 1999 rusia dlu di tuker jaket ma china ya jelas susah….

    Like

  2. Tuh khan Rusia yang lama milih komoditinya, memang dia nggak niat mau imbal dagang.

    Niatnya Rusia itu mau mengikat dan menjebak RI karena RI yang tanda tangan dulu.

    Nanti kalau ditagih tanda tangan imbal dagangnya Rusia akan bilang entar sok, entar sok…

    Like

    1. Namanya juga imbal dagang… ya pasti salah satu pihak ingin dalam posisi yang lebih menguntungkan… dan jelas itu tidak akan terjadi jika tidak menggunakan sistem imbal dagang…
      Pihak Russia sebagai penjual juga tidak mau dalam posisi terjebak dengan terikat dengan perdagangan tertentu karena akan mengikat mereka dan bisa jadi ketika produk itu tidak mereka butuhkan akan menjadi boomerang…
      Selama sistem ini yang di aplikasikan, pembelian apapun dengan negara manapun akan mengalami hal yang sama alotnya….

      Like

  3. Muak juga denger nya,, dah negosiasi ngga deal2,, knp juga kita beli ny pke imbal dagang,, sdangkn klu bli produk asu ga pake neko2 langsung nongol,, niat ga sih beli ny,, mundur2 mulu lama2 kburu nyungsep kelaut xixixixixi

    Like

  4. Si rusia nya mbatin: la gua kagak tau barang yg lo tawarin gua butuh pa ngga?la klo lo psti jelas butuh tu burung besi.prasaan gua mo dkibulin deh..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s