Airbus Prancis Didenda Rp 1,6 M Karena Anak Perusahaan Jual Misil Ke Taiwan

An airbus flag flies near a french flag at the entrance of airbus headquarters in colomiers near toulouse. (CNA)
An airbus flag flies near a french flag at the entrance of airbus headquarters in colomiers near toulouse. (Reuters)

Taiwan tidak mau berkomentar mengenai kasus terkait dengan Airbus. Produsen pesawat kom­ersial yang berbasis di Toulouse, Prancis itu harus membayar denda 104 juta euro (sekitar Rp 1,6 miliar) atas penjualan rudal ke Taiwan pada 1992.

Dalam pernyataan Airbus, Sabtu (13/1), penjualan rudal tersebut dilakukan anak perusa­haannya, Matra Defense. Dilan­sir Reuters, Matra Defense ingin melakukan peninjauan terlebih dahulu.

Pihak Airbus yang pekan ini sepakat menjual 184 pesawat A320 kepada China pada 2020, mengatakan, denda ini meru­pakan perselisihan komersial dan bukan tuduhan korupsi. Sebab, tiga bulan sebelumnya dua perusahaan lain yakni Das­sault Aviation dan Safran juga mendapatkan denda arbitrase sebesar 227 juta euro di Taiwan. Denda tersebut untuk menyele­saikan sengketa 25 tahun atas pe­nyelewengan komisi penjualan 60 pesawat tempur Mirage ke Taiwan.

“Ini adalah perselisihan komersial, dan bukan tuduhan korupsi,” pernyataan Airbus.

Dilansir CNA, ketika ditanya mengenai kasus ini, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan Chen Chung-ji mengatakan, “Kementerian tidak mau berkomentar dan tidak akan mem­beri informasi tentang kasus ini.”

Dalam kasus terpisah, Air­bus juga sedang melakukan pembicaraan dengan jaksa di Munich terkait dihentikannya penyelidikan mereka terhadap dugaan korupsi dalam pen­jualan jet tempur Eurofighter ke Austria pada 2003, yang sejak lama dianggap mencurigakan. Kementerian pertahanan Austria dalam gugatannya menuduh Air­bus dan konsorsium Eurofighter mengelabui Wina.

CEO Airbus Tom Enders tengah diselidiki di Wina mengenai kesepakatan bisnis dalam penjualan Eurofighters. Dalam hal ini, Air­bus membantah telah melakukan kesalahan dalam penjualan.

Penyelidikan tersebut meru­pakan salah satu dari beberapa kasus korupsi yang masih dih­adapi perusahaan kedirgantaraan terbesar di Eropa tersebut.

Airbus juga menghadapi pe­nyelidikan di Inggris dan Prancis mengenai adanya perantara atau pihak ketiga dalam penjualan pesawat komersial.

Sumber : RMOL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s