Rusia di Balik Kekuatan Rudal Korea Utara?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (ketiga kiri) memeriksa Rudal Hwasong-15 versi terbaru dari Hwasong-14, yang pernah diuji coba Juli lalu. (KCNA)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (ketiga kiri) memeriksa Rudal Hwasong-15 versi terbaru dari Hwasong-14, yang pernah diuji coba Juli lalu. (KCNA)

Sebuah laporan terbaru mengenai kekuatan rudal nuklir Korea Utara yang mampu memicu Perang Dunia III terkuak.

Dalam laporan itu dikatakan, beberapa teknologi nuklir terbaru yang dimiliki Korea Utara ternyata dibantu oleh Rusia. Demikian isi dokumen yang didapat Washington Post dari salah satu produsen rudal era Soviet.

Dikutip dari Newsweek pada Minggu (31/12/2017), pada awal 1990-an, setelah jatuhnya Uni Soviet, investor Amerika Serikat dilaporkan berusaha menggaet ilmuwan Rusia — yang sebagian besar menganggur dan sangat membutuhkan uang — untuk mendapatkan teknologi militer Soviet yang canggih.

Namun, para investor menghadapi sejumlah rintangan hukum. Dengan kondisi itu, kabarnya memberi kesempatan bagi Korea Utara untuk masuk.

Pyongyang rupanya bersedia membayar para ilmuwan tersebut — yang sebelumnya bekerja untuk Makeyev Rocket Design Bureau — 200 kali lebih besar dari apa yang pernah mereka dapatkan untuk memberikan Korea Utara desain rudal Soviet.

Dalam beberapa kasus, beberapa ilmuwan Rusia itu berhasil dicegah pergi ke Korea Utara untuk memberikan Pyongyang teknologi militer Soviet.

Namun, perwira intelijen AS dan Korea Selatan telah memastikan bahwa sejumlah ilmuwan Makeyev pada akhirnya benar-benar memperoleh pekerjaan sebagai konsultan di Korea Utara, Washington Post melaporkan.

Bukti terbesar dari kolaborasi Rusia-Korea Utara ini adalah kemiripan antara fitur rudal yang baru-baru ini diuji coba oleh Pyongyang dan disain era Soviet.

Pada bulan Juni 2016, misalnya, Korea Utara menguji Hwasong-10, atau Musudan, rudal balistik jarak menengah, yang tampaknya memiliki kemiripan dengan R-27 Zyb, atau Ripple, yang diproduksi oleh Biro Desain Roket Makeyev – termasuk menggunakan mesin yang sama. Kabarnya mampu memicu Perang Dunia III.

Selanjutnya, pada bulan Agustus 2016, Korea Utara menguji rudal yang diluncurkan di kapal selam yang juga memiliki ciri serupa pada Ripple – Pukguksong-1.

Joshua Pollack, seorang analis di Pusat Studi Nonproliferasi James Martin, mengatakan kepada The Washington Post bahwa kedua rudal Korea Utara ini “secara umum dianggap berasal dari rancangan R-27 Makeyev Bureau.”

Sumber : Liputan6

Editor : (D.E.S)

Advertisements

4 thoughts on “Rusia di Balik Kekuatan Rudal Korea Utara?”

  1. Padahal Cara AS Melakukan Transfer Teknologi WMD Ke Israel Dgn Cara Langsung Mengirim Blueprintnya Tapi Itu Media Dulu Anteng-2 Aja. Dan Sekarang Giliran Orang Rusia Di Rekrut Ama Korut Buat Dptin Teknologi WMD Lansung Di Angkat Ama Washington Post Dgn Sedikit Kalimat Melebaykan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s