AS Mengancam Akan Memutus Bantuan Keuangan Kepada Pendukung Resolusi PBB, Bagaimana dengan Nasib RI?

Donald Trump makin menjadi. Presiden Amerika Serikat itu mengeluarkan ancaman akan memutus bantuan keuangan untuk negara-negara yang mendukung resolusi PBB tentang penolakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Banyak yang menyarankan agar Indonesia mengabaikan ancaman ini. Tanpa bantuan AS, Indonesia masih bisa hidup sejahtera.

Seperti diketahui, atas desakan negara-negara muslim, PBB menggelar sidang Majelis Umum untuk membahas keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Salah satu yang dibahas adalah resolusi penolakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Nah, pada sidang beranggotakan 193 orang ini akan dibuka sesi voting. Sidang ini adalah tindak lanjut dari resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang isinya menolak keputusan Trump namun kemudian diveto oleh AS pada Senin lalu.

Sehari jelang sidang digelar, Donald Trump menggelar rapat kabinet dan menyampaikan keterangan kepad wartawan di Gedung Putih. Ia bilang, akan memantau hasil voting dan membuat daftar negara mana saja yang menentang keputusannya. Trump menyatakan akan mengurangi bantuan keuangan untuk negara yang menentang keputusannya. “Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita akan menghemat (uang) banyak. Kita tidak perduli,” kata Trump.

Sebelumnya, utusan AS di PBB Nikki Haley sudah mengirimkan surat pada 180 negara anggota PBB yang isinya memperingatkan bahwa AS akan mengingat nama siapa saja yang mendukung resolusi mengkritik langkah Washington tersebut.

Ancaman AS ini tentu menuai kecaman. Menlu Palestina Riyad al- Maliki menilai hal ini sebagai blunder besar yang kembali dilakukan Trump. “Amerika semakin paradoks dalam menjalankan demokrasi,” kata Riyad. Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menilai AS sudah melakukan intimidasi. “Tidak akan ada negara terhormat dan bermartabat yang akan tunduk pada ancaman ini,” kata Cavusoglu, seperti dikutip Al Jazeera, di Ankara, Turki, sebelum terbang ke New York untuk menghadiri sidang PBB.

Peta Israel terhadap Palestina VOA
Peta Israel terhadap Palestina (VOA)

Bagaimana sikap Indonesia? Wakil Menlu AM Fachir sudah memperkirakan resolusi DK PBB yang diveto AS itu akan dibawa ke Majelis Umum. Dia memastikan, sikap Indonesia di sidang ini pun akan tetap sama: menggalang dukungan dari dunia internasional seperti negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB) untuk mendukung resolusi tersebut.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis menegaskan agar Indonesia tidak gentar dan tak perlu berhitung untung rugi. Ini adalah soal konstitusi dan kemanusiaan. Andai saja AS merealisasikan ancaman tersebut, Indonesia mungkin mengalami sedikit gangguan. Tapi pada akhirnya Indonesia akan bisa mengatasi persoalan tersebut. Dia yakin, tanpa bantuan AS pun orang Indonesia masih bisa hidup sejahtera. “Ini soal amanah konstitusi. Jangan itung untung rugi,” kata Cholil, kemarin.

Pengamat Hubungan Internasional dari Unpad DR Teku Rezasyah sangat menyayangkan dengan langkah politik luar negeri AS tersebut. Menurut dia, AS semestiya mawas diri dengan apa yang terjadi dalam sidang DK PBB kemarin. Dalam sidang itu, AS hanya sendirian melawan 14 negara. bahkan negara-negara yang memiliki Hak Veto, seperti Inggris, Prancis, Rusia, dan China meninggalkan AS sendirian. Ini sebenarnya sangat memalukan bagi AS. “Tapi bukannya mawas diri, Trump malah menjadi. Politik luar negeri AS makin tidak rasional,” kata Rezasyah kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Apakah Indonesia perlu gentar dengan ancaman ini? Dia bilang, mungkin saja AS merealisasikan ancaman tersebut. AS tentu punya daftar negara-negara yang sangat bergantung kepada bantuannya.

Apakah ada dampaknya terhadap Indonesia? Reza mengungkapkan hubungan kerjasama Indonesia-AS lebih banyak dalam soal strategic partnership seperti pengadaan alutsista dan sebagainya. Hanya saja, dia bilang AS akan berpikir dalam-dalam jika menghukum Indonesia. Karena dalam konteks ini, Indonesia berada dalam OKI.

Selain itu, AS juga bukan satu-satunya sumber bantuan yang diterima Indonesia. Indonesia juga sudah melakukan diversifikasi, melepas ketergantungan pada satu negara misalnya dengan mendatangkan pesawat Sukhoi dari Rusia atau kapal selam dari Korea Selatan. Termasuk juga soal ekonomi. “Ini tentu yang harus dikemukakan Indonesia kepada AS, meski dengan cara yang halus,” ujarnya.

Dia bilang, beberapa negara sangat mungkin terpengaruh dengan ancaman AS tersebut. Misalnya negara-negara kecil di Pasifik Selatan, New Zealand, dan negara-negara eks Uni Soviet. Negara anggota ASEAN pun kemungkinan tidak bulat satu suara. Singapura dan Filipina kemungkinan mengikuti keputusan AS. Ada pun Arab Saudi kemungkinan abstain. “Dalam voting nanti mungkin skornya di kisaran 175-18,” ucapnya.

Pengamat ekonomi dari Indef Bhima Yudhistira mengatakan setelah reformasi, porsi utang pinjaman bilateral Indonesia cenderung menurun. Saat ini, 80 persen utang berbentuk surat utang, dan 20 persen lainnya berupa pinjaman dari IMF, Bank Dunia. Saat ini, total utang luar negeri AS yang berbentuk pinjaman cuma Rp 8,26 triliun. Atau hanya 1,14 persen dari total utang luar negeri bilateral dan multilateral sejumlah Rp 723,4 triliun.

“Artinya jika bantuan AS tersebut diputus tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap ekonomi. Ekonomi kita masih bisa berjalan,” kata Bhima, saat dikontak tadi malam. Dia bilang, negara yang sangat tergantung pada bantuan AS adalah negara-negara miskin terutama di Afrika.

Photo : Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat bertemu pada KTT G20 di Hamburg. (Republika)

Sumber : RMOL

Advertisements

One thought on “AS Mengancam Akan Memutus Bantuan Keuangan Kepada Pendukung Resolusi PBB, Bagaimana dengan Nasib RI?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s