Natuna, Bitung, dan Selaru Disulap Jadi “Kapal Induk” TNI Bakal Beroperasi 2019

Pulau Selaru Menara Suar (Istimewa)
Menara Suar Pulau Selaru (Istimewa)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal segera memiliki tiga ‘kapal induk’ baru. Namun, fasilitas ini bukanlah kapal induk yang sesungguhnya, melainkan mengubah tiga pulau terluar di Indonesia menjadi pangkalan militer untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) Ade Supandi mengatakan pemerintah berencana membangun tiga ‘kapal induk’ di pulau terluar Indonesia. Kapal induk ini bisa menjadi markas TNI untuk menjaga pulau-pulau dan perairan Indonesia terluar dari potensi permasalahan yang datang dari luar, sehingga akan menambah kekuatan pertahanan di daerah perbatasan.

Dia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk merealisasikan rencana tersebut. Sayangnya dia masih enggan menyebutkan berapa besar anggaran yang diperlukan untuk membangun tiga ‘kapal induk’ ini. “Pokoknya nanti akan diberikan bertahap,” ujar Supandi, di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).

Rencananya kapal induk ini akan dibangun di tiga pulau terluar, yakni Natuna, Bitung, dan Selaru. Saat ini pembangunan pangkalan militer ini telah dilakukan di wilayah Natuna. Dua wilayah lainnya akan menyusul kemudian.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, tiga matra TNI khususnya AL adalah untuk menjaga kedaulatan negara terutama karena Indonesia yang berbentuk kepulauan. Untuk itu memang diperlukan pembangunan ‘kapal induk’ ini guna membangun kekuatan TNI.

Tiga pulau yang terpilih pada rencana awal ini memiliki peran strategisnya masing-masing sebagai basis kekuatan militer Indonesia. Natuna merupakan pulau terluar yang dekat dengan Tiongkok dan Filipina. Sedangkan, di Selaru, untuk menjaga perbatasan yang dekat dengan Australia. Kemudian, di Bitung yang berdekatan dengan Morotai untuk menjaga perairan wilayah-wilayah sekitarnya.

“Tahun 2019 diharapkan sudah bisa terwujud dalam rangka memperkuat wilayah negara Indonesia,” ujar Tjahjo.

Selain pembangunan ‘kapal induk’ ini, TNI pun harus menjaga pulau-pulau lainnya di seluruh Indonesia, khususnya yang rawan diintervensi pihak luar. Tjahjo mencontohkan, pulau seperti Berau, Sebatik, Atambua, dan Malaka merupakan beberapa contoh yang harus menjadi perhatian.

Untuk menjaga hal tersebut, pemerintah tentunya akan membantu khususnya melalui penyaluran anggaran negara. Tjahjo mengatakan, di tahun depan, TNI akan memiliki 4 kapal selam untuk menjaga perairan Indonesia. Saat ini, TNI telah memiliki 151 kapal perang, lengkap dengan persenjataannya.

Sumber : Katadata

Advertisements

6 thoughts on “Natuna, Bitung, dan Selaru Disulap Jadi “Kapal Induk” TNI Bakal Beroperasi 2019”

  1. Saat ini, TNI telah memiliki 151 kapal perang, ‘lengkap dengan persenjataannya.’

    ——————————————

    CHTO ZA CHERT?

    Like

    1. Wuih… Ada Yg Ngambek Nih. 😆 Mungkin Atraksinya Di Cancel Ya Mbh. Tapi Itu kok Avatarnya Ada Bengesnya Ya Kaya Nickname mu (Lipbalsem Ehh Slh Ding Lipbalm.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s