MOT TNI AU Ditutup Komandan Lanud Iswahjudi

MOT antar penerbang antar Pangkalan Angkatan Udara di Indonesia resmi ditutup Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal S.I.P., M.Tr (Han).
MOT TNI AU Ditutup Komandan Lanud Iswahjudi. (Istimewa)

Latihan gabungan Mission Oriented Trainning (MOT) antar penerbang antar Pangkalan Angkatan Udara di Indonesia resmi ditutup Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal S.I.P., M.Tr (Han).

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal S.I.P., M.Tr (Han) mengatakan bahwa latihan gabungan Mission Oriented Training yang baru saja selesai dilaksanakan dimaksudkan untuk memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam bekerjasama anatar penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi.

“Pengalaman penerbang antara pangkalan udara pasti bertambah. Karena saat MOT dilatih untuk bekerjasama anatar penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi,” kata Marsma Rizal.

Selain itu lanjut dia, setelah melaksanakan latihan ini tentunya kemampuan para penerbang tempur dalam memahami berbagai macam konsiderasi, situasi ancaman, ketersediaan aset untuk merencanakan dan melaksanakan misi-misi pertempuran dalam operasi akan meningkat, sekaligus kemampuan koordinasi dan kerjasama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan Ground Control Interceptor (GCI) maupun Ground Forward Air Controller(GFAC).

Marsma TNI Samsul Rizal S.I.P., M.Tr (Han) berharap dengan berakhirnya latihan Mission Oriented Trainning 2017 ini telah tercapai keterpaduan antara Skadron Udara tempur dengan platform yang berbeda dalam merencanakan dan melaksanakan misi-misi operasi udara secara bersama, tercapainya pemahaman terhadap Kelebihan dan kelemahan berbagai macam platform alutsista udara terutama pesawat tempur, terciptanya situation awareness terhadap adanya ancaman udara lawan dalam setiap pelaksanaan operasi udara, serta terciptanya standarisasi antara Skadron Udara tempur dalam melaksanakan operasi udara secara bersama.

Latihan Mission Oriented Trainning yang melibatkan tiga tipe pesawat tempur yang berbeda yaitu diperankan oleh Skadron Udara 3 dengan pesawat tempur F-16 C/D Figthing Falcon, Pesawat Sukhoi 27/30 Flanker Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 15 pesawat tempur T-50i Golden Eagle, sedangkan latihan kali ini dilengkapi informasi dan guide dari radar Approach Lanud Iswahjudi yang diawaki Fighter Controller / Ground Control Interception (GCI), dari Kosekhanudnas II dan Kosekhanudnas IV.

Sumber : Berita Jatim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s