LAPAN Dukung Kementerian Perdagangan untuk Tingkatkan Komitmen dalam AFAS ke-10

LAPAN Dukung Kementerian Perdagangan untuk Tingkatkan Komitmen dalam AFAS ke-10 (LAPAN)
LAPAN Dukung Kementerian Perdagangan untuk Tingkatkan Komitmen dalam AFAS ke-10. (LAPAN)

LAPAN menerima kunjungan Tim Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan RI. Pertemuan berlangsung di Ruang Manggala, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Kunjungan tersebut untuk melakukan konsultasi ke LAPAN dalam rangka pengisian Form ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) terkait space transportation.

Hadir dalam pertemuan Kasubdit Jasa Konstruksi, Pariwisata, Rekreasi, Budaya dan Olahraga, Siti Tri Joelyartini dan Kasie Jasa Pariwisata, Rekreasi, Budaya dan Olahraga, Youshi Fahreiza. Tim ini diterima langsung oleh Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Umum, Christianus R. Dewanto, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa, Agus Hidayat, dan Kepala Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa, Yuliantini Erowati.

Dalam paparannya, Siti memulai dengan sejarah ditandatanganinya AFAS pada Desember 1995. Ia menekankan, bahwa para pimpinan negara di wilayah Asia mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan satu wilayah yang stabil, makmur, dan kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil dan pengurangan kemiskinan serta kesenjangan sosial dan ekonomi.

Maka dibentuklah beberapa komunitas untuk mewujudkannya. Di dalamnya disepakati beberapa paket sektor. Lebih lanjut, Siti menjelaskan isu perkembangan AFAS ke-10 melalui beberapa mandat. Salah satunya, Mandat CCS 88 yang menargetkan penyelesaian final threshold paket AFAS 10 paling lambat 31 Desember 2017.

Untuk mencapai penyelesaian paket AFAS ke-10, Indonesia harus menawarkan minimal 111 subsektor. Sedangkan yang sudah tercapai adalah 106 subsektor. “Sisanya terkait subsektor space transport dan transportation via space,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan LAPAN untuk mengisinya.

Menanggapinya, Agus Hidayat menjelaskan posisi LAPAN sebagai lembaga riset yang mempunyai kewenangan dalam melakukan penyelenggaraan bidang penerbangan dan antariksa. “Untuk menuju space transport, bagi LAPAN masih jauh. Sebab LAPAN belum masuk ke sektor komersial,” tegasnya memberi penjelasan melalui paparan presentasi.

Agus menambahkan penjelasan terkait produk-produk riset LAPAN yang digunakan dalam kontribusinya mengembangkan riset di bidang antariksa. LAPAN masih sebatas melakukan layanan informasi antara lain pemantauan aktivitas matahari dan dampaknya, prediksi cuaca, pemanfaatan penginderaan jauh untuk berbagai sektor kebutuhan, pengembangan pesawat berawak dan tanpa awak. Layanan tersebut telah dimanfaatkan oleh para stakeholder nasional.

Saat ini, LAPAN mempunyai mimpi besar untuk mandiri di bidang keantariksaan agar bisa meluncurkan satelit buatan sendiri menggunakan roket yang dikembangkan sendiri. Kini LAPAN sedang mempersiapkan lokasi bandar antariksa untuk meluncurkannya. Sebagaimana dituangkan dalam Perpres Nomor 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan.

Secara mandiri, LAPAN masih dalam tahap pengembangan satelit mikro. Itu pun masih dalam tahap eksperimen, belum sampai ke operasional. Menurut Christianus, untuk mencapai ke space transport, butuh energi besar buat LAPAN. Namun LAPAN akan mendukung pemerintah dalam mengelaborasikan kepentingan tersebut. “Yang jelas, kita menempatkan satelit di orbit, bukan orang. Sebagaimana yang tertuang dalam renduk keantariksaan,” ungkapnya.

Sumber : LAPAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s