NCBKMS, Bahan Bakar Roket dari Batok Kelapa

Kepala Jurusan Telekomunikasi Poltekad Letkol Arh Ir Nur Rahman (Radar Malang)
Kepala Jurusan Telekomunikasi Poltekad Letkol Arh Ir Nur Rahman (Radar Malang)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampaknya harus berbangga. Salah satu anggotanya berhasil menemukan propelan (bahan kimia) roket yang berasal dari batok kelapa. Penemuan propelan roket ini adalah yang pertama di Indonesia, dan kedua di dunia setelah Rusia.

Puluhan prajurit dari Satuan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Pendem Batu tampak berjalan seusai melakukan apel pagi di halaman Satuan Poltekad TNI-AD. Salah satunya adalah Kepala Jurusan Telekomunikasi Poltekad Letkol Arh Ir Nur Rahman. Dia langsung menghampiri Jawa Pos Radar Malang dan mengajak koran ini ngobrol di ruang tamu Poltekad, Rabu (8/11).

Di ruangan berukuran 8 x 16 meter, Nur Rahman menunjukkan hasil propelan roket berbahan batok kelapa temuannya. ”Ini propelan roket Nano Carbon Batok Kelapa Morphology Symetris (NCBKMS) hasil temuan saya,” ungkap Nur Rahman dengan semangat.

Apa itu propelan? Propelan adalah bahan yang dapat memicu gerak, umumnya meledak dengan daya yang tinggi.

Menurut dia, penemuan NCBKMS itu berawal dari observasinya dan melalui berbagai proses penelitian. Dari situ diketahui ternyata batok kelapa mengandung impuls spesifik atau gaya dorong yang cepat ketika dipadukan dalam bahan roket.

Pembuatan bahan tersebut, lanjut dia, melalui peleburan batok kelapa selama satu minggu. Cara meleburnya adalah dengan menggiling batok kelapa hingga menjadi serbuk. Kemudian, batok yang sudah halus dicampur dengan zat kimia alat peledak roket.

Menurut Rahman, salah satu kelebihan NCBKMS adalah impuls spesifik roket meningkat 10 persen. Gaya dorong roket (thrust) menjadi 20 persen lebih besar dibanding tanpa menggunakan NCBKMS yang biasanya mencapai 15 persen. Selain itu, bahan ini bisa menyebabkan meningkatnya burning time, sehingga waktu terbang roket bisa lebih lama 15 persen.

”Ini sepadan dengan impuls spesifik roket Rusia,” ungkapnya.

Keunggulan lainnya, NCBKMS adalah homogenitas pembakarannya tetap terjaga. ”Sehingga, waktu terbang roket bisa lebih lama. Selain itu, kualitas bahan dapat mengurangi asap pembakaran roket, tidak beracun (ramah lingkungan), dan mudah diperoleh di dalam negeri,” imbuh alumnus Poltekad Batu ini.

Lebih jauh, Rahman memaparkan, spesifikasi propelan roket NCBKMS ini ketika diuji statis dengan spesifikasi ukuran partikel nano karbon memiliki daya pembakaran sebesar 200 nano. Diameter uji 10 milimeter dan panjang sekitar 100 milimeter. Bodi roket dan nozzle secara keseluruhan 500 gram menggunakan NCBKMS.

Untuk menguji propelan roket itu, Nur Rahman bersama jajaran Poltekad melakukan beberapa uji coba bersama PT Pindad. ”Kita juga sempat melakukan uji coba di PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang. Hasilnya memang sungguh dahsyat. Sekarang tinggal proses legalitas hak paten, ” ungkap dia.

Nur Rahman juga menerbitkan hasil penemuan desertasinya yang berjudul Implementasi Nano Carbon Batok Kelapa Morphology Symetris sebagai Katalisator Solid Propelan untuk Meningkatkan Impulse Specific Roket (ISR) ke dalam buku.

”Saya sengaja menerbitkan buku sekitar 100 eksemplar, untuk bahan referensi para prajurit Politeknik Angkatan Darat dan Instansi TNI,” tandasnya.

Ke depan, pria berpangkat letnan kolonel ini akan melakukan kolaborasi propelan roket NCBKMS dengan drone antitank yang juga hasil penemuannya. ”Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan uji coba propelan roket ini dengan drone antitank,” katanya.

Yang membanggakan, ini merupakan penemuan pertama di Indonesia dan penemuan kedua setelah Rusia. Propelan roket temuan Nur Rahman itu sudah dirancang pada tahun 2017. ”Alhamdulillah, ini merupakan penemuan propelan roket pertama di Indonesia,” ungkapnya.

Ditemukannya NCBKMS itu salah satunya berkat dorongan para promotor desertasinya di Universitas Brawijaya. Di antaranya, Prof Ir Ing Wardana MEng PhD, Dr Eng Nurkholis Hamidi ST Meng, dan Dr Eng Lilis Yuliati ST MT.

”Saya berterima kasih sekali atas support dari promotor desertasi. Atas tangan dingin beliau-beliau, akhirnya kami berhasil menemukan propelan roket dengan kualitas tinggi,” ujar bapak 3 anak ini.

Sumber : Radar Malang

Advertisements

10 thoughts on “NCBKMS, Bahan Bakar Roket dari Batok Kelapa”

  1. Waduhhhhhh….saya kok malah ketakutan, nanti disangka menyimpan “bahan berbahaya” !!!!

    Soalnya dirumahku banyak batok kelapa, hhhhh

    Like

  2. Gaya dorong lebih besar 20% waktu terbang lebih lama 15%.

    20% = 0,2
    15% = 0,15

    Menurut wiki

    Kecepatan Rhan 122 mm adalah 1,8 mach dan jarak tempuh 35 km.

    Misal kecepatan Rhan 122 mm adalah 1,8 mach. Jadi 1,8 + (1,8 x 0,2) = 1,8 x 1,2 = 2,16 mach.

    Jarak tempuh Rhan 122 mm adalah 35 km, jadi

    (35 + (35 x 0,15)) x 1,2 =
    (35 x 1,15) x 1,2 = 40,25 x 1,2 = 48,3 km.

    Kalau Rhan450 sukses meluncur sejauh 150 km, maka jika pakai batok ini :
    150 x 1,15 x 1,2 = 172,5 x 1,2 = 207 km.

    Ini adalah gambaran dari ngawurisasi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s