MMRCA India Belum Deal, India Bisa Pilih Jet Tempur Bermesin Ganda

India mungkin menyingkirkan kriteria mesin terkait rencana pembelian lebih dari seratus jet tempur untuk angkatan udara. Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan persaingan di antara vendor asing yang memasok jet tempur single-engine dan double-engine.

Seorang sumber mengatakan kepada Sputnik bahwa kementerian pertahanan India menginginkan sebuah persaingan jet tempur terbuka seperti kesepakatan sebelumnya untuk pesawat tempur multi-peran menengah, dimana kriteria utamanya adalah kemampuan teknis jet tempur bukan jumlah mesin.

Perkembangan baru ini muncul setelah Lockheed Martin dan Saab yang dengan antusias menangani tender khusus jet tempur bermesin tunggal yang menjadikan F-16 dan Gripen sebagai unggulan dalam kesepakatan senilai 10 miliar dollar AS.

Oktober tahun lalu, kementerian pertahanan India telah mengirim surat melalui kedutaan besar India ke produsen global untuk menanyakan apakah mereka akan membuat jalur produksi di India untuk membawa armada jet tempur bermesin tunggal yang bekerja sama dengan perusahaan India dalam pembangunannya. Tanggapan diterima dari Lockheed Martin dan Saab yang menawarkan untuk membuat lini produksi pembanguan F-16 dan Gripen di India.

Kini, cakupan jet tempur bermesin ganda kemungkinan akan diakomodasi, kontrak akan membuat persaingan menjadi lebih besar dimana jet tempur bermesin ganda seperti MiG-35, F-18 dan Rafale juga bisa ikut.

“Pemerintah belum memulai proses formal untuk kesepakatan jet yang diusulkan … bahkan tidak menyelesaikan permintaan informasi. Angkatan Udara India selalu menginginkan jet tempur yang lebih mumpuni dan jika pemerintah tidak memanfaatkan sejumlah kriteria mesin maka dapat dipastikan produsen jet tempur bermesin ganda akan berada di atas angin, ” ungkap Amit Cowshish, mantan penasihat keuangan untuk kementerian pertahanan India kepada Sputnik.

czech gripen and polish f-16 by (3d4d-d67sevx)
Czech Gripen and Polish F-16 (3d4d-d67sevx)

Persaingan jet tempur multi-peran kelas menengah pada tahun 2007, yang juga didasarkan pada kemampuan dan bukan jumlah mesin, menghadirkan enam pesawat tempur ; Boeing F / A-18E / F Super Hornet, Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon, Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon, Mikoyan MiG-35, dan Saab JAS 39 Gripen. Empat tahun kemudian, di tahun 2011, setelah evaluasi rinci, persaingan tersebut mengurangi penawar untuk dua petarung – Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale – karena gagal memenuhi kriteria.

“Gripen dan F-16 tidak dapat memenuhi kriteria teknis yang ditetapkan oleh Angkatan Udara India dalam pengadaan MMRCA 2007, kali ini mereka kemungkinan akan membuat persiapan yang lebih baik untuk mengalahkan parameter teknis,” tambah Cowshish.

Meskipun demikian, perkembangan ini benar-benar telah menimbulkan pukulan bagi produsen jet tempur mesin tunggal yang telah terhubung dengan mitra India dan bahkan telah memulai pertimbangan dengan pemasok. Perusahaan keamanan dan keamanan Saab Swedia telah terhubung dengan Grup Adani dari India – peserta baru di bidang kedirgantaraan pertahanan-, sementara pada bulan Juni tahun ini, Lockheed Martin AS bermaksud untuk bergabung dengan Tata Advanced System India untuk memproduksi F -16 Blok 70 di India.

“Kompetisi terbuka tanpa menyebutkan jumlah mesin mungkin merupakan ujung jalan bagi pembuat jet tempur mesin tunggal karena mereka tidak mungkin bersaing dengan jet tempur bermesin ganda,” kata Cowshish.

Sebelumnya pada bulan Oktober, Kepala Udara Marsekal BS Dhanoa menyatakan bahwa penekanan pada jet tempur single-engine adalah usaha pemotongan biaya sedangkan Angkatan Udara India benar-benar menginginkan jet tempur bermesin ganda.

“Saat ini, kami berkonsentrasi pada single-engine sehingga bisa membuat angka dengan biaya lebih rendah. Ada persyaratan untuk jet tempur bermesin ganda di jalan, tapi mesin ganda membutuhkan biaya 30%, sedangkan tunggal 10%, ” kata Dhanoa, sebagaimana dilansir dari Sputnik (25/ 11).

Photo : Gripen vs F-16 (Livefist)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

8 thoughts on “MMRCA India Belum Deal, India Bisa Pilih Jet Tempur Bermesin Ganda”

    1. aneh loo bung, padahal sebelumnya F-16 menolak memberikan teknologi sensitifnya sehingga menjadikan SAAB menjadi kandidat kuat… entah mengapa tiba2 India kembali membuka kesempatan mesin ganda… sepertinya India tidak bisa jauh2 dari Russia

      Like

      1. Begitulah menurut sales barang rusia….yg gak punya dagangan bermesin tunggal, hehehehehehe

        Halusinasi, medem gadung, ngimpi, ngelem, berkhayal…..dan sebangsanya

        Like

            1. Hahaha… Yaudah Deh Klau Gitu Beli Aja S-54 Punya Sukhoi. Dulu India Pernah Minat Ini Pesawat Buat Di Taruh Di Aircraft Carriernya.

              Like

    1. Ya kagak bakalan sesuai dg tujuan india dong bang….dg bikin program sendiri dia ngicer TOT kandungan teknologi kunci pespur spt radar, EW, irst dan targeting pod yg tidak terpenuhi dlm kasus KFX

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s