AS Kirim Jet Tempur F-22 Raptor ke Korsel

Amerika Serikat mengirim enam jet tempur siluman F-22 Raptor ke Semenanjung Korea untuk melakukan latihan perang bersama Angkatan Udara Korea Selatan pada 4-8 Desember mendatang.

“Enam jet tempur F-22 Angkatan Laut AS akan bergabung dengan latihan Angkatan Udara Korea Selatan-AS  ‘Vigilant Ace’ mulai 4-8 Desember,” kata pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, Jumat (24/11).

Keenam jet tempur akan terbang ke Semenanjung Korea dari Pangkalan Udara Kadena, Okinawa, Jepang dan tinggal di pangkalan udara di Korea Selatan sepanjang latihan. Selain F-22 Raptor, empat jet tempur siluman F-35A juga akan bergabung dalam latihan.

Raptor adalah jet tempur tercanggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Jet itu mampu terbang ke fasilitas penting musuh dan melancarkan serangan jitu ke sasaran di bawah radar. Kecepatan maksimum adalah Mach 2,5 atau  dua setengah kali kecepatan suara.

Armada Raptor yang bakal diikutkan dalam latihan perang akan melakukan simulasi penyusupan ke basis musuh dan serangan presisi bersama jet tempur milik Angkatan Udara Korea Selatan.

Pengerahan kekuatan armada udara AS itu dipandang sebagai  “kampanye tekanan maksimum” yang digaungkan Presiden Donald Trump untuk membungkam ambisi pengembangan nuklir Korea Utara yang kian mengkhawatirkan, terutama setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenamnya pada 3 September lalu.

Awal November ini AS juga telah mengerahkan dua jet pengebom B-1B ke Semenanjung Korea dalam latihan perang bersama Korsel dan Jepang.

Manuver itu pun disusul dengan latihan bersama angkatan laut ketiga negara yang melibatkan tiga kapal induk AS, tujuh kapal perang Korsel, dan Angkatan Laut Jepang.

USS Ronald Reagan, USS Nimitz, USS Theodore Roosevelt dikerahkan AS ke Semenanjung Korea bersamaan dengan tur 12 hari Presiden Trump ke negara Asia.

Di Asia pun, isu nuklir Korea Utara menjadi fokus utama Trump saat bertemu pemimpin negara Asia seperti Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Presiden China Xi Jinping.

Baru-baru ini, Trump juga mendeklarasikan Korea Utara sebagai negara sponsor terorisme, langkah yang memungkinkan Washington menjatuhkan sanksi lebih berat pada Pyongyang.

Trump menganggap penunjukkan Korea Utara tersebut sebagai bagian dari upaya lainnya untuk menekan rezim Kim Jong-un.

Sementara itu, Rusia dan China, yang merupakan sekutu terdekat Pyongyang, menganggap manuver AS memasukan Korea Utara sebagai negara sponsor teroris merupakan langkah keliru.

Sebagaimana dikutip AFP, Moskow menganggap keputusan AS itu dapat “memperkeruh ketegangan di kawasan dan menjadi malapetaka global.”

Photo : F-22 Raptor (National Interest)

Sumber : CNN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s