Indonesia Tertarik dengan Rudal BrahMos

Rudal jelajah lebih baik dalam hal kecepatan, jangkauan penerbangan, dan jarak pencarian hingga tiga kali lipat dan memiliki kekuatan membunuh sembilan kali lipat bila dibandingkan dengan rudal subsonik.

Saat BrahMos memulai debutnya di Dubai Air Show, senjata tersebut menerima banyak pujian dari berbagai negara untuk versi rudal BrahMos yang belum diluncurkan.

“Pada acara ini, kami telah bertemu sejumlah negara dan melihat ketertarikan dari Brasil, Indonesia dan dari Kazakhstan. Minat tersebut terutama pada versi udara rudal Brahmos yang akan melakukan penerbangan pertama bulan depan,” kata Praveen Pathak, GM (promosi pasar dan ekspor) di BrahMos Aerospace, yang memproduksi rudal tersebut.

Pathak selanjutnya mengatakan bahwa perusahaan melihat banyak pasar untuk rudal tersebut di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

HAL dan BrahMos Aerospace selama beberapa tahun terakhir bekerja sama untuk mengintegrasikan rudal BrahMos ke dua unit Sukhoi untuk uji coba penerbangan. Kabarnya, sekitar 42 unit Sukhoi pada akhirnya akan dipersenjatai dengan rudal BrahMos begitu tes versi udara rudal ini berhasil.

Pathak menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan pesanan dari Angkatan Laut Rusia juga, yang memiliki Sukhoi dalam armada pesawatnya, setelah versi udaranya selesai.

BrahMos, merupakan hasil pengembangan perusahaan patungan antara NPO Mashinostroeyenia Rusia dengan Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India, adalah rudal jelajah supersonik ramjet jarak pendek yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal laut, pesawat terbang atau platform darat.

BrahMos Aerospace Private Limited dibentuk untuk membuat rudal jelajah tercepat di dunia dengan kecepatan tertinggi hingga tiga kali kecepatan suara. Nama BrahMos berasal dari nama dua sungai – Brahmaputra India dan Moskva Rusia.

Militer telah memasukan rudal BrahMos berbaasis peluncur darat dan kapal perang ke dalam layanan pada dekade ini. Angkatan Laut telah memasang rudal ini di sembilan kapal perangnya dan tiga resimen Angkatan Darat India juga telah menggunakannya.

Kesepakatan antara India dan Rusia untuk pengembangan sistem BrahMos yang maju memungkinkan penggunaan rudal di angkatan bersenjata kedua negara dan diekspor ke negara-negara sahabat lainnya.

Pemerintah mengizinkan penjualan rudal ini ke negara-negara ‘friendly’ awal tahun ini. Telah ada pembicaraan dengan berbagai calon pelanggan untuk rudal tersebut.

Kabarnya, permintaan rudal BrahMos pertama kali datang pada 2011 dari Vietnam, namun pemerintah menghentikannya karena takut membuat China marah, yang menganggap senjata tersebut sebagai destabilisasi. Negara-negara dari Amerika Latin dan Asia Tenggara telah menyatakan ketertarikan mereka terhadap sistem rudal tersebut, sebagaimana dilansir dari The Economic Times (16/ 11).

Photo : Maiden Test Firing of BRAHMOS ALCM (Monch)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

4 thoughts on “Indonesia Tertarik dengan Rudal BrahMos”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s