HMAS Parramatta Tiba di Perairan Balikpapan dalam Rangka Latihan Gabungan ‘New Horizon’

HMAS Parramatta (FFH-154) Australia di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, 18112017.
HMAS Parramatta (FFH-154) Australia di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan, 18/11/2017. (TNI AL)

Her Majesty Australian Ship (HMAS) Parramatta (FFH-154) tiba di perairan Balikpapan, Sabtu (18/11), pukul 10.15 Wita. Kapal sepanjang 118 meter, dengan lebar 15 meter tersebut dikomandoi Simon Howard. Membawa 170 kru prajurit, 39 di antaranya perempuan.   

Selain Parramatta, juga ada HMAS Sirius O-266. Kapal tersebut terpaksa lego jangkar di bui 9, beberapa ratus meter dari Pelabuhan Semayang. Sebab, kapal berukuran lebih besar dengan panjang 191 meter. Sementara HMAS Melbourne (FFG 05) yang menyusul dengan langsung bergabung dalam latihan gabungan New Horizon Ex-17 di Laut Jawa, Rabu (22/11).

Latihan ini diikuti dua Kapal Republik Indonesia (KRI). Yakni KRI Fatahillah (361) dan KRI Sultan Hasanuddin (366). Tiap tahun, kota yang dipilih pun selalu berganti. Kunjungan ini dilaksanakan untuk perencanaan dan diskusi guna merampungkan materi latihan.

Pengalaman pertama berkunjung ke Kota Minyak, Simon mengaku sangat antusias. Menyenangkan baginya bisa berkunjung dan mengikuti latihan ini. Persiapan berlayar dari Australia sendiri sudah dilakukan beberapa bulan lalu. “Sebelumnya kami sudah sering berkunjung ke Jakarta dan Surabaya. Ini merupakan sebuah kesempatan, tidak hanya untuk latihan tapi juga bisa berkenalan dengan prajurit TNI AL Balikpapan. Sebuah kota yang indah,” ucapnya.

New Horizon merupakan latihan bilateral antara TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN). Giat militer di luar perang ini memang rutin digelar dua tahun sekali. Seperti dikatakan Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan SP Siagian, Indonesia dan Australia sama-sama terletak di kawasan timur. Kedua negara memiliki sejarah panjang, dan kini dihadapkan dengan permasalahan dan tantangan bersama yang memengaruhi keamanan negara. Kerja sama di bidang pertahanan ini juga dirasa sangat menguntungkan. Karena keduanya dapat saling belajar dari masing-masing negara.

“Latihan tempur laut ini berada di kawasan ALKI II hingga ke Laut Jawa. Dengan materi berupa tactical maneuvering (Tacman), communications, gunnery exercise (Gunnex), photo exercise (Photex), juga penggunaan helikopter. Sehingga, melatih kemampuan dan keahlian personel kedua angkatan laut, dalam mengembangkan taktik dan prosedur operasi keamanan maritim,” jelasnya.

Diharapkan mampu meningkatkan rasa persaudaraan antarnegara. Pemilihan area latihan memperhitungkan ruang laut yang tersedia untuk kepentingan manuver sehingga latihan dapat terlaksana dengan baik.

Kemarin, para kru kapal diajak ke beberapa lokasi seperti Pantai Kemala, Plaza Balikpapan, dan Balikpapan SuperBlock (BSB). Seorang kru yang berkenan berbincang-bincang dengan awak media ialah Natasha Connew. Perempuan kelahiran New Zealand 1980 ini sudah 17 tahun mengabdikan diri sebagai prajurit angkatan laut.

Ia mengakui, female navy jumlahnya memang lebih sedikit dibandingkan kaum pria. Dipercayakan sebagai prajurit operasional, lebih kurang selama 6 tahun menjadi ABK di Parammattas. Alasan dia menjadi seorang angkatan laut karena mengikuti sosok sang ayah. “Dia memeluk saya ketika tahu saya lulus menjadi seorang angkatan laut. Saya merasa begitu tertantang. Walau sempat merasa takut tapi kini merasa enjoy, dan merasakan kekeluargaan yang hangat,” ucap perempuan cantik penggemar nasi goreng tersebut.

Sumber : Prokal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s