Jepang Tunda Pengembangan Jet Tempur Siluman Baru

Jepang akan menunda keputusan untuk mengembangkan jet tempur generasi kelima yang baru, menurut laporan media.

Dilansir dari laman berita Diplomat (16/ 11), Jepang memulai program pengembangan pesawat tempur siluman dalam negeri pada tahun 2000an setelah Amerika Serikat menolak untuk menjual pesawat tempur siluman superior-nya, F-22 Raptor besutan Lockheed-Martin.

Pada bulan April 2016, jet tempur eksperimental generasi kelima Mitsubishi Heavy Industries, X-2 “Shinshin” (sebelumnya ATD-X) terbang mengangkasa untuk pertama kalinya.

Prototipe X-2 berfungsi sebagai dasar pengembangan tempur siluman Jepang yang dirancang secara mandiri, yang mendapat julukan F-3. Prototipe pesawat tersebut melakukan lusinan penerbangan uji coba pada tahun 2016 dan 2017.

Pada awalnya, pesawat ini dijadwalkan selesai menjalani berbagai jenis pengujian pada tahun 2018, dimana F-3 pertama akan masuk dalam layanan pada tahun 2027.

Namun, “arahannya adalah keputusan F-3 untuk ditunda,” kata satu sumber yang mengetahui program tersebut kepada Reuters.

Dengan memulai program F-3, Jepang menguji kapasitas industri pesawat terbangnya untuk mengembangkan pesawat tempur siluman, termasuk mesin jet next-generation.

Pejabat Jepang telah mengindikasikan perihal ini pada tahun 2016, bahwa keputusan akhir tentang masa depan program F-3 kemungkinan tidak akan dilakukan hingga tahun 2018.

“Mengenai keputusan F-3, termasuk apakah kita akan menundanya, kita belum sampai pada kesimpulan apapun,” kata juru bicara Departemen Pertahanan Akuisisi Teknologi & Logistik Agency (ATLA) kepada Reuters minggu ini.

Pemerintah Jepang melihat program jet tempur siluman dalam negeri sebagai salah satu pilihan dari banyak opsi yang ada, penjelasannya adalah sebagai berikut;

Jepang dijadwalkan membeli hingga 100 unit pesawat tempur superioritas generasi kelima baru pada tahun 2030an. Diperkirakan kontrak senilai $ 40 miliar akan diberikan pada musim panas 2018 (Lihat: “Japan’s Air Force to Receive 100 New Stealth Fighter Jets”).

Jepang memiliki tiga pilihan untuk pengadaan pesawat baru tersebut: “Pertama, mengembangkan pesawat tempur superioritas dalam negeri. Kedua, bermitra dengan kontraktor pertahanan asing dan melakukan lisensi produksi pesawat baru. Ketiga, mengimpor atau meningkatkan platform yang ada.” Studi bersama Inggris-Jepang jatuh ke dalam pilihan kedua untuk bermitra dengan pembuat pesawat luar negeri.

Namun, pembuat pesawat A.S. akan tetap menjadi pilihan utama Jepang untuk proyek pengembangan bersama jet tempur masa depan.

Keputusan mengenai masa depan program F-3 harus dilakukan dalam enam bulan pertama tahun 2018. Jika tidak, Jepang akan terlambat memasukkan program dalam rencana pertahanan lima tahunan kementerian pertahanan, yang akan dirilis pada akhir tahun depan. Sementara itu, Japan Air Self-Defense Force (JASDF) akan mulai mengoperasikan total 42 F-35A ke dalam armadanya pada tahun-tahun mendatang.

Photo : Mitsubishi X-2 Shinshin First Flight (Wiki)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s