Sandera di Tembagapura Dievakuasi dengan Berjalan Kaki

TNI Polri berhasil mengevakuasi warga sanderaan Kelompok Kriminalitas Bersenjata di Tembagapura, Jumat (1711). (Istimewa) E
TNI Polri berhasil mengevakuasi warga sanderaan Kelompok Kriminalitas Bersenjata di Tembagapura, Jumat (17/11). (Istimewa)

Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi ratusan warga yang terisolasi di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Evakuasi dilakukan berjalan kaki menuju lokasi yang dianggap aman.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengatakan langkah ini dipilih lantaran akses jalan rusak. Lokasi tidak bisa dijangkau kendaraan.

“Oleh karena itu kita berharap nanti semua teman-teman kita yang di sini membantu dalam pengamanan di jalan,” kata Boy dalam keterangannya, Jumat 16 November 2017.

Sementara itu, Pangdam 17 Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit menuturkan sebetulnya telah disiapkan bus untuk mengevakuasi warga. Namun, akses jalan dirusak kelompok kriminal bersenjata (KKB) menggunakan alat berat.

“Sehingga evakuasi kita lakukan secara bertahap menuju ke Temabagapura dengan berjalan kaki. Mudah-mudahan proses evakuasi ini dapat berjalan lancar aman dan selamat,” ungkap George.

Sebanyak 344 warga dilaporkan telah diselamatkan dari wilayah Kimbely, Distrik Tembagapura. Mereka terdiri dari 104 laki-laki, 32 perempuan, dan 14 anak. Selain itu, ada 153 laki, 31 perempuan, dan 10 anak yang diselamatkan dari wilayah Longsoran.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan sesuai laporan dari Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Muhammad Iriawan, sekitar pukul 09.30 WIT, satuan tugas yang dipimpin Dansat Brimob Papua telah berhasil masuk ke sebagian wilayah yang diisolasi KKB. Kemudian, proses evakuasi sandera dilakukan sekitar pukul 11.00 WIT hingga 12.00 WIT.

Proses evakuasi dilaporkan cukup mencekam lantaran KKB beberapa kali melepaskan tembakan. “Terjadi penembakan oleh pihak KKB. Proses evakuasi dipimpin Dir Sabhara Papua tetap berjalan secara bertahap,” ujar Setyo.

Menurut laporan yang diterima, warga yang tinggal di desa Banti masih enggan dievakuasi. Mereka memilih bertahan di kampung masing-masing.

Sumber : Metrotvnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s