Jepang Akan Bangun Stasiun Radar Bagi Filipina

TRIHAWK (JRC)
Photo Ilustrasi : Radar (JRC)

Pemerintah Jepang akan membangun empat stasiun radar bagi pengawas pantai Filipina untuk menghadapi lonjakan perompakan yang dilakukan kelompok-kelompok militan pemberontak. “Empat stasiun radar itu akan dibangun di pulau-pulau yang ada di Laut Sulu, yang memisahkan wilayah Filipina dengan Indonesia,” demikian pernyataan dua narasumber pada Jumat (10/11).

Ditambahkan oleh narasumber itu bahwa sebuah kesepakatan bagi mendanai pembangunan fasilitas-fasilitas serta pelatihan bagi personel penjaga pantai lokal akan ditandatangani awal pekan depan oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, di Manila. PM Abe akan berada di Filipina pada Senin (13/11) usai menghadiri KTT APEC di Vietnam.

“Laut di sana merupakan jalur maritim penting bagi kapal-kapal niaga yang menuju pelabuhan-pelabuhan di Jepang,” imbuh narasumber yang mengetahui rencana itu. Sayangnya narasumber itu enggan untuk disebut jati dirinya karena tak diperbolehkan mengungkapkannya pada media.

Menurut laporan Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia (ReCAAP), ada 30 perompakan dilaporkan terjadi pada paro pertama 2017 dimana 6 aksi perompakan tersebut menggunakan senjata api yang disertai 3 kali penculikan awak kapal saat kapal-kapal niaga melewati Laut Sulu. Selain itu juga ada empat upaya penculikan di kawasan perairan itu juga dilaporkan.

“Jepang akan mendanai pembangunan stasiun-stasiun radar tersebut lewat skema bujet bantuan pembangunan luar negeri (ODA),” tutur narasumber itu.

Menurut seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Jepang yang mengurusi pengeluaran dana ODA, pemerintah Jepang amat sadar terhadap pentingnya melawan perompakan di kawasan tersebut dan menyataakan telah siap membantu, namun pemerintah memiliki batasan terkait pembahasan proyek perseorangan.

Paket Bantuan

Bantuan pembangunan stasiun radar merupakan bagian dari paket bantuan luar negeri yang lebih besar termasuk pengadaan suku cadang helikopter milik militer Filipina, pembiayaan bagi proyek-proyek infrastruktur seperti pembanguan jalur rel kereta, serta bantuan bagi membangun kembali Kota Marawi yang hancur setelah operasi militer Filipina melawan pemberontak militan simpatisan Islamic State (ISIS) yang berlangsung selama lima bulan.

Dengan memberi bantuan tersebut, Tokyo bertujuan bisa meningkatkan hubungan perekonomian dan keamanan dengan Manila, selain untuk membendung pengaruh Tiongkok yang semakin menguat.

Dari sudut pandang Jepang, Filipina yang berada di bagian timur dari Laut Tiongkok Selatan, bisa jadi sekutu penting dalam membantu untuk mencegah semakin meluasnya pengaruh Beijing ke wilayah barat Pasifik.

Sumber : Koran Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s