Indonesia Bisa Menjadi Faktor Penundaan Proyek KF-X

Indonesia telah gagal membayar biaya tahunan proyek gabungan dengan Korea Selatan untuk mengembangkan jet tempur berteknologi tinggi, ungkap seorang anggota parlemen oposisi pada hari Rabu.

Klaim tersebut memicu kekhawatiran penundaan proyek KF-X.

Perwakilan Kim Jong-dae dari Partai Keadilan, anggota Komite Pertahanan Majelis Nasional, mengatakan bahwa perusahaan pertahanan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang dikelola negara, belum membayar sisa tahun ini sebesar 138,9 miliar won (124,5 juta dollar AS) ke Seoul pada akhir Oktober, berdasarkan dokumen dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

“Jika Indonesia tidak membayar tepat waktu, Korea Aerospace Industries (KAI) harus menanggung beban sebesar 40 persen dari biaya pengembangan,” kata Kim.

“Ditambah dengan masalah perusahaan saat ini yang kekurangan dana, proyek KF-X dapat dengan mudah masuk dalam zona berbahaya.”

KAI adalah satu-satunya produsen pesawat terbang yang menandatangani kontrak KF-X dengan DAPA.

Seoul meluncurkan proyek KF-X pada tahun 2015 untuk membangun pesawat tempur 4.5 generasi sendiri menggantikan armada F-4 dan F-5 yang telah menua pada tahun 2026.

PTDI menandatangani sebuah perjanjian dengan KAI pada bulan Januari 2016 dengan total pembagian biaya sampai 20 persen dari biaya pengembangan program, sementara KAI membayar 20 persen dan pemerintah Korea Selatan membayar 60 persen sisanya dari 7,5 triliun won untuk program tersebut.

Karena bentuk kesepakatan, KAI menghadapi beban saat pembayaran dari PTDI yang tertunda, kata Kim.

KAI dilaporkan dalam krisis likuiditas di tengah tuduhan korupsi terhadap mantan manajemennya.

Menurut audit pemerintah, obligasi korporasi senilai 600 miliar won dan 290 miliar won perusahaan akan berakhir pada akhir tahun ini. Sebuah laporan internal mengatakan KAI diproyeksikan menghabiskan anggaran 630 miliar won pada tahun ini karena kekurangan uang tunai dan pembayaran pinjaman yang diperlukan.

“Waktu pembiayaan yang tepat sangat penting dalam proyek Litbang yang memerlukan teknologi mutakhir. Tanpa tindakan khusus untuk penundaan pembayaran, proyek KF-X dapat ditangguhkan,” kata anggota parlemen, yang meminta pemerintah dapat mengambil tindakan.

Mulai April 2016, Indonesia setuju untuk membayar 1 persen biaya program setiap tahunnya, dengan kontribusinya naik di atas 2 persen dari tahun 2017 dan seterusnya. Secara keseluruhan, negara Asia Tenggara seharusnya membayar 1,6 triliun won (1,33 miliar AS) ke dalam program KF-X.

Pada 2017, pemerintah Indonesia harus membayar 184 miliar won namun hanya membayar 45,2 miliar won dari 92 miliar won pada paruh pertama tahun ini.

Kim menuduh DAPA telah meremehkan kekhawatiran atas penundaan pembayaran tersebut.

Dia menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah secara resmi mengungkapkan kesulitannya untuk membayar 138,9 miliar won pada akhir September setelah gagal memasukkan uang ke dalam anggaran yang telah selesai pada bulan Agustus.

Namun DAPA membantahnya, dengan mengatakan bahwa pihaknya melakukan koordinasi erat dengan pemerintah Indonesia untuk pembayaran yang harus dilakukan pada bulan Oktober.

DAPA mengatakan bahwa isu tersebut akan menjadi agenda pertemuan puncak antara para pemimpin Korea Selatan dan Indonesia. Presiden Jae-in dijadwalkan akan memulai lawatan delapan hari ke Asia Tenggara, 8 November, sebagaimana dilaporkan Korea Times (1/ 11).

Photo : KF-X diuji di Win Tunnel (Istimewa)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

5 thoughts on “Indonesia Bisa Menjadi Faktor Penundaan Proyek KF-X”

  1. Emang nya kalau dibayar lunas, korsel bisa jamin bisa jadi ifx dan kfc nya tepat waktu? Gak punya skill, spare part, bahan material nya bukan dari korsel dan ilmu nya bikin pespur juga hasil pemberian amrik

    Like

  2. Nah, technology memang cuman punya negara kaya butuh uang banyak, kalau nggak mau investasi di technology ya gimana mau seperti korsel Jepang eropa usa?! Maju dengan TOT?! Sapa yg mau kasih technology terakhir

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s