Pengembangan Jet Tempur China Terungkap

Informasi baru mengenai pengembangan jet tempur China telah muncul minggu ini, yaitu dalam Kongres Partai Komunis yang dilakukan dua kali dalam satu dekade.

Banyak pemimpin industri pertahanan senior China juga memegang posisi di jajaran teratas partai tersebut. Dengan demikian, mereka menggunakan acara tersebut untuk mencoba mendapatkan keuntungan dari pesaing mereka dalam proses penganggaran.

Secara khusus, perkembangan signifikan dalam program J-20 dan FC-31 yang tersembunyi telah terungkap.

J-20 Chengdu (AIN Online)
J-20 Chengdu (AIN Online)

J-20 Chengdu pertama kali terbang pada awal tahun 2011, namun pesawat tempur tersebut tidak ditampilkan kepada publik hingga Zhuhai Air Show 2016 dan kemudian muncul secara singkat saat flypast.

Laporan terakhir menyebutkan bahwa pesawat telah memasuki produksi dalam jumlah kecil dan hampir dioperasikan dengan unit tempur yang ada saat ini.

Sumber resmi anonim dari China menyatakan bahwa menempatkan J-20 ke dalam layanan ditujukan untuk menciptakan pengaruh bagi China sebelum kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dijawadwalkan tiba bulan depan.

Sumber yang sama menyatakan bahwa J-20 sekarang memiliki powerplant dalam negeri yang dapat diandalkan. Model sebelumnya dari J-20 didukung oleh mesin Saturnus buatan Rusia/ Lyulka AL-31F. Mesin China masih belum bisa menandingi performa Pratt & Whitney F119 yang menggerakkan Lockheed Martin F-22 Raptor, namun hal itu seharusnya memungkinkan J-20 untuk melakukan supercruise. Akan ada 100 J-20 di layanan pada tahun 2020 dan 100 lainnya pada tahun 2023.

FC-31 Shenyang telah melalui desain ulang utama untuk memperbaiki sejumlah kekurangan yang terlihat pada prototip aslinya. Perubahan itu diantaranya struktur yang telah dikerjakan ulang dengan tiga metrik ton lebih berat dan 20 – 30 inci lebih panjang dibandingkan yang lama.

Mesin RD-33 buatan Rusia itu telah diganti dengan mesin China yang konon “tanpa asap”, dan planform pesawat tersebut telah dirancang ulang untuk mengurangi tangkapan radar.

Varian FC-31 yang baru juga diharapkan bisa menerima mesin WS-19 baru pada tahun 2019 yang akan memberi kemampuan supercruise pesawat ini. Radar jet tempur ini juga dilaporkan telah ditingkatkan dengan mode baru, termasuk kemampuan untuk melakukan dependent targeting atau melaksanakan tugas battlefield management. Struktur tambahan badan pesawat akan membantu dalam desain akhir versi kapal induk.

Sumber China lainnya juga mengklaim bahwa Indonesia merupakan prospek ekspor potensial yang serius untuk FC-31. Jakarta sebelumnya telah mengambil peran kecil dalam pengembangan pesawat tempur KF-X Korea secara diam-diam. Tapi kerja sama itu kabarnya telah berakhir.

J-10
J-10 (Military Today)

J-10C adalah versi ketiga dan paling maju dari pesawat tempur mesin tunggal yang diproduksi di Chengdu.Pesawat ini telah menyelesaikan sejumlah tes senjata dan validasi penerbangan operasional lainnya. Baru-baru ini pesawat berhasil mendemonstrasikan pengisian bahan bakar udara ke udara dengan salah satu tanker PLAAF.

Seorang perwira intelijen NATO yang memiliki pengalaman signifikan di China mengatakan kepada AIN bahwa berita minggu ini penting untuk menjadi program “asli” China.

“Anda melihat bahwa tidak ada bahasan tentang pesawat Rusia di PLAAF, atau salinan bahwa industri China sekarang membangun Sukhoi Su-27. Ini bukan suatu kebetulan, penekanannya pasti pada persenjataan buatan sendiri di negara itu, dan ini menunjukkan ‘China baru’ dibawah Presiden Xi,” katanya, sebagaimana dilansir dari AIN Online (27/ 10).

Photo : FC-31 Shenyang (dpa)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

18 thoughts on “Pengembangan Jet Tempur China Terungkap”

    1. Bukan Cuma J-31 Aja Om Admin. Tapi Chino Juga Mau Menjadi Peserta Di Slh Satu Tender Pengadaan Skuadron Baru TNI AU Dgn Tawaran J-10… ­čś« Dan Sialnya Lagi Walaupun mereka Di Kambing Hitamkan Tapi Pespur Mereka Menang Di Urusan Harga…

      Like

  1. j 10 lawan serius gripen e
    tapi ada bedanya bahkan banyak bedanya
    kalau j 10 asli buatan cina
    kalau gripen gado2 kayak sayuran
    ada inglis,ada usa,ada jerman,ada francis,ada itali,dan rumornya ada tekno cina juga didalam gripen.
    jadi kalau nkri beli gripen maka tot full kata salesnya
    lucu gak ….
    yg tot itu apanya ?
    kurasa sales gripen itu uda koplak ya otaknya
    yg saab aja pun masih ngemis tekno orang lha ini mau kasih tot full kalau nkri beli gripen.tau arti ngemis tekno gak?
    arti ngemis tekno gak bebas mau jual contoh argentina kena veto inglis waktu mau beli gripen.atau kalau sudah dibeli dan pembeli gripen itu ada masalah sama negara pemberi tekno,ibarat mobil gak ada rodanya.jadi buat sales gripen kalau ngomong pake otak ya jangan pake gila ok…..

    Like

  2. Tot murni 100 % mana ada, yang Ada china USA eropa rusia melakukan R&D dengan budget besar + nyolong2 illegal. Indonesia berapa anggaran untuk kemajuan technology!?! Banyakan ngunyah mitcin sih

    Like

  3. salahin noh sales gripen
    lu baca deh di dr
    maka nya dari dulu gue teriak2 jiplak jiplak1000├Ś
    jangan bangga dengan produk beli walau katanya hebat
    percuma pesawat canggih tapi rudalnya loyo
    biar pesawat odong2 tapi bisa dan punya rudal sakti
    contoh deh korut gak punya pesawat sakti
    tapi rudalnya gede dan artelerinya terbesar didunia
    lu kebanyakan makan terasi udang busuk.
    lu gak jauh beda sama phd,good people peak dan dr somplak
    tekno masih ngemis tapi janji mau ksaih tot full

    Like

  4. kalo kita sih gak pernah serius dalam pengembangan IPTEK. selalu di salah gunakan proposalnya untuk mendapatkan anggaran yg berujung anggaran tersebut di salah gunakan. bangun infrastruktur aja mangkrak apa lagi bangun teknologi!!! la wong industri komponen elektronika saja kita gak ada..

    Like

    1. tp bersukur sekarang telah di Revitalisasi Lab Uji Kapal milik BPPT dan konon katanya terbesar di asia tenggara, semoga di laut kita jaya. untuk masalah kedirgantaraan memang lebih kompleks.

      Like

  5. Baca lagi bego. Itu dulu sekarang semua sudah punya saab liat brazil produksi gripen lokal di negaranya. J-31, sama seperti IF-X, Su-35, dan F-16, hanya tersedia dalam versi export.

    Kalau belum cukup parah, dalam penampilan gladi-resiknya saja kemamouan terbangnya kacau balau: tidak terlihat spt pesawat yg bisa manuever bagus spt MiG-29, atau F-16.

    Oh, ya, mesinnya juga hanya memakai RD-33 buatan Ruski dari MiG-29 yang…. mengepulkan asap.

    Tentu saja, sama spt Korea, dan lara penjual versi export yg lain; PRC tidak mempunyai record yg baik utk mendukung kemampuan industri lokal, atau alih tehnologi.

    Mana lagi tehnologi PRC hanya tehnologi 2nd hand yg entah dapatnya darimana.

    Like

    1. Dalam posisi sekarang kita butuh rudal yg banyak dan berkelas, pesawat sekedar sarana pengantar tdk bisa merusak, yg bisa merusak cuma rudal cuma bom.

      Coba kalau kita punya rudal berkelas, ketika ada pesawat nyelonong cukup di intercept N250 ajah sambil rudal S400 ngelock f35, tetap bakalan lari ngibrit wkwk

      Like

  6. gua bingung sama penjilat pantat eropa, apa bagusnya eropa sekarang? industri mobil dah kelaut, bikin handphone bangkrut, industri kapal laut?? kapal udara doang punya si prancis airbus, yang bersisa, selebihnya dari peniti mobil telephone baju prabot tv dll semuanya import dari china jepang korea. eropa sekarang balik lagi mundur tehnologinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s