Filipina Terima Bantuan Senjata dari Rusia

PHILIPPINES-RUSSIA-MILITARY-ARMAMENT-DIPLOMACY
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tengah) memeriksa senjata serbu Kalashnikov dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kanan) saat upacara serah terima di Pelabuhan Manila, Rabu (25/10). (AFP)

Filipina menerima bantuan logistik militer dari pemerintah Rusia. Secara resmi, pada Rabu (25/10), Rusia menyerahkan truk tentara dan ribuan senapan serbu ke Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat kedua negara merayakan hubungan militer yang semakin erat.

Duterte menerima persenjataan tersebut saat berkunjung ke satu kapal angkatan laut Rusia yang berlabuh di Manila. Tindakan ini seolah menjadi langkah terakhir Duterte untuk merangkul Rusia dan Tiongkok saat Filipina menjauhkan dari sekutu lama dan mitra lamanya, Amerika Serikat (AS).

Setelah melakukan tur ke kapal raksasa anti-kapal selam bersama Laksamana Panteleyev, Duterte secara pribadi menerima sumbangan 5.000 senapan Kalashnikov beserta amunisi dan 20 truk. Seluruh hibah itu diberikan untuk militer Filipina yang memang tertinggal dalam sarana tempur.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memuji hubungan yang kedua negara yang makin dekat saat dia menandatangani dua kesepakatan dengan Menhan Filipina, Delfin Lorenzana.

“Filipina dianggap sebagai mitra kunci dan mitra prospektif di Asia Tenggara dan Asia Pasifik pada umumnya,” bunyi pernyatan kementerian pertahanan Rusia seraya menambahkan acara tersebut adalah pertama kalinya seorang menteri pertahanan dari Moskwa mengunjungi Filipina

Selama beberapa dekade, negara Asia Tenggara ini telah menjadi salah satu sekutu militer regional Washington yang paling erat. Namun, Duterte akhirnya telah melonggarkan aliansi AS-Filipina yang telah berlangsung selama 70 tahun itu.
Duterte berang karena kritik AS terhadap perang narkoba Filipina yang telah menewaskan ribuan nyawa. Secara tak terduga, Duterte malah berhasil merangkul Rusia dan Tiongkok.

Puji Filipina

Pada Rabu (25/10), di Manila, Menteri Pertahanan AS James Mattis memuji militer Filipina karena telah menegakkan hak asasi manusia dalam pertempuran lima bulan melawan milisi kelompok pro-Islam di kota Marawi. Mattis, yang berada di Filipina untuk pertemuan keamanan regional, memberi pujian atas militer sekutu lama AS itu.

“Saya pikir yang paling penting adalah tentara yang harus bertempur seperti itu, dan mereka tidak memiliki satu pun tuduhan hak asasi manusia terhadap mereka dengan kredibilitas apapun, tidak satu pun. Itu benar-benar pernyataan tentang militer Filipina yang tetap menjunjung kondisi hak asasi manusia di tengah pertarungan mengerikan itu,” kata Mattis.

Pasukan Filipina yang kurang berpengalaman memang membutuhkan sekutu. Pada Senin (23/10), militer Filipina akhirnya mengumumkan berakhirnya pertempuran lima bulan di kota Marawi, tempat tentara berjuang untuk mengusir milisi yang beraliansi pada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Selama pertempuran Marawi, militer Australia dan AS membantu memberikan pengintaian dan penargetan sasaran utama. Tapi Duterte telah mengaku tidak perlu bergantung pada AS.

Dalam kunjungan ke Beijing tahun lalu, dia mendekatkan kembali hubungan dengan Beijing dan Moskwa.

“Ada tiga dari kita melawan dunia: Tiongkok, Filipina dan Rusia,” tambahnya.

Filipina juga menandatangani kontrak untuk membeli peluncur granat roket. Hal itu disampaikan kementerian Rusia, tanpa menyebutkan jumlah senjata yang akan diperoleh atau berapa banyak kesepakatan itu layak dilakukan.

Sementara Tiongkok juga telah menyumbangkan ribuan senjata serbu dan senjata tembak runduk ke Filipina dengan isyarat pertemanan yang sama. Awal tahun ini, Beijing menyumbangkan 6.000 senjata serbu dan 9 juta amunisi.

Sumber : Berita Satu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s