Warga Bercocok Tanam di Malaysia, Danrem 121/ Alambanawai Bertemu Panglima Brigade 3 TDM

Danrem bersama Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, dan Tentara Diraja Malaysia tengah memantau patok batas A73, Sabtu (3009), di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. (Prokal
Danrem bersama Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, dan Tentara Diraja Malaysia tengah memantau patok batas A73, Sabtu (30/9), di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. (Prokal)

Masalah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan, belumlah tuntas. Yang pasti, Malaysia mengizinkan warga Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas untuk memanen lada hingga 31 Desember 2017. Jelang deadline tersebut, Komandan Korem (Danrem) 121/Alambanawai (Abw) Brigjen TNI Bambang Ismawan bertemu Panglima Brigade 3 Tentera Diraja Malaysia (TDM) Brigjen Mohd Bustaman Bin Haji MD Zin di Kampung Teluk Melano, Sabtu (30/9).

Malaysia memberlakukan deadline, setelah menyampaikan surat keberatan kepada Indonesia pada Maret 2017 lalu. Ketika itu, aktivitas perkebunan masyarakat Camar Bulan diduga masuk wilayah Malaysia, tepatnya di patok A74-A79. Diperkiraan dari titik patok batas sudah sekitar dua kilometer ke arah Malaysia.

Malaysia sebenarnya tak mempermasalahkan tanaman keras (pohon karet) yang sudah ditanam. Namun untuk tanaman sahang atau lada yang bersifat sementara diberi waktu untuk panen sampai 31 Desember 2017. Sehingga 1 Januari 2018 sudah tidak ada lagi aktivitas perkebunan di wilayah tersebut.

Kini batas waktu tersisa tiga bulan. Setelah mengunjungi Dusun Camar Bulan, Sabtu (30/9), Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Ismawan didampingi Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc berangkat menuju Kampung Teluk Melano, Sematan, Distrik Lundu, Malaysia. Rombongan Danrem dan Bupati Sambas disambut langsung Panglima Brigade 3 TDM Brigjen Mohd Bustaman Bin Haji MD Zin didampingi perwakilan dari Tata Pemetaan, Kementerian Kehutanan Malaysia di Base Camp Darurat yang dibangun oleh TDM di Kampung Teluk Melano.

Danrem Bambang Ismawan mengatakan, kunjungannya kali ini untuk membahas permasalahan warga Desa Temajuk yang bercocok tanam di wilayah Malaysia. “Pemerintah Kerajaan Malaysia akan menerapkan konsekuensi yang telah disepakati, jika ada warga yang melanggar kesepakatan tersebut,” katanya.

Setelah pertemuan tersebut, malam harinya rombongan Danrem 121/Abw mengunjungi Istana Alwatzidkhoebillah di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas. Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili, Wakapolres Sambas, Anggota DPRD Kalbar H Subhan Nur, Pemangku Kesultanan Sambas Pangeran Ratu Muhammad Tarhan dan Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa, Danrem Bambang Ismawan mengatakan, ketika kunjungan pertamanya ke Kabupaten Sambas masih berpangkat kolonel, namun kunjungan kali ini sudah berpangkat Brigjen.

Danrem mengungkapkan, tahun 2030 diperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian nomor lima atau empat di dunia. Namun, pencapaian itu tentu tidak mudah, diperlukan persatuan yang kuat. “Sebulan yang lalu anggota saya menangkap penyelundupan narkoba dari Malaysia seberat 10,1 kilogram, tahun lalu sekitar 30 kilogram. Itu adalah salah satu upaya negara lain untuk melemahkan negara kita. Karena itu, saya berharap masyarakat menjauhi semua yang menyangkut barang haram tersebut,” imbaunya.

Memajukan daerah perbatasan, Danrem mengaku, sudah berupaya mendidik Bintara atau Tamtama asal perbatasan untuk ditugaskan ke perbatasan. Sehingga mampu meningkatkan derajat dan kemajuan warga perbatasan. Sementara itu, perwakilan Kerabat Kesultanan Sambas, Reza Fahmi mengucapkan terimakasih kepada rombongan Danrem 121/Abw dan Bupati Landak yang telah menyempatkan diri mengunjungi Keraton Sambas. “Saya berharap bapak Presiden Republik Indonesia juga bisa menyempatkan diri menginjakkan kaki ke Kabupaten Sambas, karena apabila Presiden datang ke Sambas berarti rezeki juga akan datang kesini,” ucapnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc atas kedatangan Danrem 121/Abw ke Sambas. Bupati memaparkan, Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat strategis, karena berada di ujung Indonesia dan berhadapan langsung dengan negara tetangga. “Sebagai beranda negara, pembangunan Kabupaten Sambas harus lebih dari yang lain,” ujarnya.

Atbah mengimbau masyarakat agar selalu mendoakan pemimpinnya. “Saya bercermin kepada negara-negara maju seperti Arab Saudi yang selalu mendoakan pemimpinnya di setiap khotbah, dan setiap jamuan resmi kenegaraan,” ungkapnya.

Sumber : Prokal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s