Australia Akan Bangun Kapal Perang yang Dilengkapi dengan Rudal Jarak Jauh

USS Porter meluncurkan Rudal Tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania, 7 April 2017. (AP)
USS Porter meluncurkan Rudal Tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania, 7 April 2017. (AP)

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan sembilan kapal perang negeri Kangguru tersebut yang dibangun pada 2020 nanti akan dilengkapi dengan sistem pertahanan anti rudal jarak jauh demi mengantisipasi ancaman dari negara-negara ‘nakal’.

Kapal perang tersebut direncanakan akan menggunakan sistem tempur Aegis produksi Lockheed Martin. Kapal-kapal perang ini juga akan diperlengkapi dengan teknologi buatan Australia SAAB.

Ketegangan di kawasan ini meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir pasca serangkaian uji coba rudal balistik jarak menengah dan jauh oleh Korea Utara juga uji coba nuklirnya yang dilakukan pada 3 September lalu.

Korea Utara, yang menjadikan daratan utama Amerika sebagai target utama mengatakan bahwa rudal buatannya bisa mencapai wilayah Australia.

“Serangkaian kejadian di wilayah kita akhir-akhir ini membuktikan bahwa kapal perang Australia di masa depan harus diperlengkapi untuk mempertahankan Australia dari serangan rudal jarak menengah dan jauh,” kata Turnbull dalam pidatonya di Sydney seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/9/2017).

Pembangunan kapal perang direncanakan akan dimulai pada 2020. Kontrak senilai US$ 27,39 juta ini diperebutkan oleh tiga perusahaan yakni BAE Systems, Navantia dan Fincantieri. Pengumuman pemenang kontrak akan dilakukan pada awal 2018.

Keputusan untuk memperlengkapi kapal perang dengan sejumlah teknologi ini juga dilakukan demi mengantisipasi peningkatan aktivitas kapal selam di wilayah sekitar. Hal ini juga menjelaskan kemungkinan pengunaan kapal ini dengan fungsi ganda.

“Sistem anti rudal akan melindungi kekuatan yang berbasis di Australia serta skenario koalisi,” kata Euan Graham, Direktur Prigram Keamanan Nasional dari Lowy Institute.

Menghadapi kapal selam membutuhkan kapal yang bisa bergerak bebas di wilayah tersebut, sebaliknya, kapal statis digunakan untuk mendeteksi rudal.

Kepala Angkatan Laut Australia Wakil Laksamana Tim Barret mengatakan keputusan menggunakan sistem Aegis menjadikan Australia sejajar dengan Amerika, Jepang, dan Korea Selatan dan hal ini memungkinkan dibentuknya kerja sama internasional

“Pilihan penggunaan Aegis memungkinkan Australia ikut dalam aliansi Amerika. Mereka akan bisa saling berbagi data mulai dari kapal hingga pesawat,” kata Graham.

Sumber : Bisnis

Advertisements

One thought on “Australia Akan Bangun Kapal Perang yang Dilengkapi dengan Rudal Jarak Jauh”

  1. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan sembilan kapal perang negeri Kangguru tersebut yang dibangun pada 2020 nanti akan dilengkapi dengan sistem pertahanan anti rudal jarak jauh demi mengantisipasi ancaman dari negara-negara ‘nakal’.

    ——————————————

    Hahaha. NAKAL:Korut,Chino,(Sebut Dwe)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s