Senjata Brimob Tertahan di Bandara

Senjata Brimob (Kumparan)
Sample Senjata Brimob (Kumparan)

Polemik soal senjata tampaknya masih belum usai. Kabar tertahannya 280 pucuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang diimpor Polri dari Bulgaria di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta, kembali mengingatkan kita kepada pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

Dalam pidatonya di hadapan para purnawirawan TNI, Gatot mengungkapkan ada yang coba membeli 5.000 senjata secara ilegal. Senjata yang dia sebut punya kapasitas tempur dibeli dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Gatot saat berpidato, sempat menyinggung Polri. Menurutnya, Polri tidak boleh punya senjata yang bisa menghancurkan tank dan pesawat.

“Dan polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, dan bisa menembak pesawat, dan bisa menembak kapal. Saya serbu kalau ada. Ini ketentuan. Karena kalau kita mencoba dengan cara hukum sudah tidak bisa,” kata Gatot, Jumat (22/9).

Ucapan Gatot tersebut sebenarnya bukan untuk dikonsumsi publik. Namun rekamannya terlanjur beredar luas.

Dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-V di Mabes TNI, Minggu (24/9), Gatot membenarkan ucapannya. “Benar 1000 persen itu omongan saya. Tapi saya tidak menyampaikan rilis makanya saya tidak perlu menanggapi,” kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Kembali ke senjata yang diimpor polisi, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan senjata tersebut bukan barang ilegal. Semua prosedur pemesan sudah dilakukan.

“Semuanya sudah sesuai dengan prosedur. Mulai dari perencanaan, proses lelang, kemudian proses berikutnya, sampai dengan direview oleh staf Irwasum (Inspektorat Pengawasan Umum Polri) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” jelas Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9).

Kabar senjata tertahan karena belum mengantungi rekomendasi dari Badan Int elijen Strategis (BAIS) TNI juga dia bantah. Pelontar granat itu belum keluar dari gudang kargo karena masih dalam masa karantina.

Setelah karantina rampung, barulah BAIS datang untuk memeriksa senjata. ” Apabila dalam pengecekan tidak sesuai maka dapat direspot kembali. Tetapi, dalam pelaksanannya tidak pernah seperti itu karena memang ini bukan yang pertama,” sebut Setyo.

Sumber : Kumparan

Advertisements

4 thoughts on “Senjata Brimob Tertahan di Bandara”

  1. Gemes ane pengen komen dilapak warjag tapi gak iso masuk….suli, suli, getah karetmu pating klepret neng endi-endi, marakne lengket neng kene, hiks, hiks

    Like

  2. jd ini sebenernya ke irian instansi saja menurut saya..cuma sebatas geranade launcer tim SWAT america jg pake yg gituan.
    gak usa pada ribut sama sama didikan america jg kan??

    Like

    1. Parahnya yang memviralkan video latihan tembak rpg malah pejabat ex militer (didikaan usaa juga), era orba…kraninya ksatria berkuda

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s