Indonesia dan Ekuador Siap Realisasikan Kesepakatan FKB-SKB

Delegasi Indonesia dan Delegasi Ekuador bertemu kembali dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) dan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-3 pada 19 September 2017 di Quito. Pertemuan terakhir FKB-SKB ke-2 diadakan tahun 2011 di Jakarta.

SKB yang diselenggarakan pada sesi pertama, Ketua Delegasi Ekuador Duta Besar Lourdes Puma yang juga adalah Under Secretary urusan Afrika, Asia dan Oceania Kemlu Ekuador, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu prioritas Ekuador dalam pelaksanaan hubungan luar negeri dan kerjasama internasional.

Sementara itu Ketua Delegasi Indonesia, Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI, Duta Besar Muhammad Anshor, menyampaikan kembali komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerjasama baik di fora bilateral, regional maupun multilateral.

Pada SKB yang diadakan pada sesi berikutnya telah disepakati pentingnya untuk terus meningkatkan hubungan bilateral melalui program kerjasama konkrit di berbagai bidang khususnya di bidang perdagangan dan investasi, pertanian, pertahanan dan industri strategis.

Selain itu, mengingat Indonesia dan Ekuador sama-sama terletak di wilayah yang sering dilanda gempa bumi. Kedua negara sepakat untuk merealisasikan kerjasama Penanggulangan Resiko Bencana melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dimaksud yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pada pertemuan SKB, kedua delegasi juga sepakat bahwa perdagangan dan investasi merupakan salah satu prioritas hubungan bilateral. Untuk meningkatkan perdagangan bilateral, telah disepakati untuk terus mendorong terlaksananya pertemuan pertama Working Group on Trade and Investment yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2018.

Kedua delegasi juga mencatat peningkatan volume perdagangan kedua negara pada tahun 2016. Namun demikian kedua delegasi menekankan perlunya terus meningkatkan volume perdagangan mengingat masih besarnya potensi kerjasama bilateral RI-Ekuador di bidang perdagangan. Pasar potensial bagi produk Indonesia antara lain produk kecantikan/spa, alutsista dan makanan olahan.

Ketua Delegasi RI pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa upaya meningkatkan perdagangan dapat dilakukan dengan mengintensifkan kontak pelaku bisnis kedua negara, memperluas akses pasar, partisipasi pada pameran dagang tahunan dan meningkatkan promosi perdagangan kedua negara.

Sementara di bidang pertahanan kedua pihak sepakat mendorong penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerjasama pertahanan dalam waktu dekat. Indonesia juga mengundang Ekuador untuk bekerjasama di bidang pelatihan pasukan penjaga perdamaian (peace keeping forces). Kerjasama di bidang industri strategis telah pula dirintis PT DI dengan counterpartnya di Ekuador.

Di bidang Pertanian, kedua pihak sepakat untuk bekerjasama di bidang yang menjadi keunggulan masing-masing negara. Kementerian Pertanian dan Peternakan Ekuador telah menyampaikan minat untuk melakukan kerjasama antara lain di sektor perkebunan kelapa sawit melalui pelaksanaan lokakarya pelatihan (biodiesel dan teknologi inovatif, dan praktik produksi yang berkelanjutan).

Sektor-sektor penting lainnya yang menjadi perhatian bersama dan diangkat pada pertemuan SKB adalah sektor hukum, perumahan rakyat, pendidikan tinggi, telekomunikasi, pertambangan, perikanan dan pariwisata.

Indonesia menyambut baik tawaran Ekuador kepada pelaku bisnis Indonesia untuk berinvestasi di bidang perumahan rakyat dan telekomunikasi. Di bidang pariwisata, Indonesia menekankan perlunya mendorong kerjasama antara tour operator dan travel agency kedua negara yang telah berjalan saat ini guna meningkatkan saling kunjung wisatawan.

Indonesia juga menyambut baik keinginan Ekuador untuk belajar dari pengalaman Indonesia di bidang pariwisata mengingat kunjungan turis ke Ekuador baru mencapai sekitar 1,5 juta wisatawan pertahun, sedangkan turis ke Indonesia mencapai lebih dari 8 juta wisatawan per tahun.

Di akhir pertemuan, kedua ketua delegasi menekankan pentingnya realisasi dari kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan pertemuan FKB dan SKB di atas.

Ketua Delegasi RI juga berkesempatan melakukan courtesy call kepada Wakil Menteri Luar Negeri Ekuador selaku Acting Menteri Luar Negeri, Duta Besar Rolando Suarez, di sela-sela pelaksanaaan SKB dan FKB. Wamenlu Ekuador secara khusus menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Ekuador dan mendorong penjajakan kerjasama antar maskapai penerbangan yang dapat mempersingkat rute penerbangan Indonesia-Ekuador.

Photo : Indonesia-Ekuador Siap Realisasikan Kesepakatan FKB-SKB (RMOL)

Sumber : RMOL

Advertisements

One thought on “Indonesia dan Ekuador Siap Realisasikan Kesepakatan FKB-SKB”

  1. rantis 4×4, pistol, submachine gun, SS3, shotgun, peluru, SPR 1,2,3 , cn 212, cn 235, n219, KCR 40, KCR 60, PC 43, LST, spare part pesawat CN 212 dan CN 235 bisa masuk.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s