PT PAL Percepat Pengerjaan Kapal Pesanan TNI AL

PT PAL Indonesia mempercepat proses pengerjaan kapal perang pesanan TNI AL jenis “landing platform dock” (LPD) dengan melakukan “keel laying” (peletakan lunas) lebih cepat dari rencana awal.

Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh di Surabaya, Senin mengatakan dengan percepatan proses peletakan lunas diharapkan proses pengiriman atau penyelesaian kapal kepada pemesan, yakni TNI AL juga lebih cepat pada Oktober 2018 dari target rencana 28 Desember 2018.

Ia mengatakan proses pelaksanaan peletakan lunas kapal saat ini telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan regulasi MARPOL/SOLAS, dimana untuk tahapan itu disyaratkan berat blok minimal 50 ton atau setara 1 sampai 2 blok saja.

Namun, kata dia, pada saat ini PT PAL Indonesia sudah menyajikan 12 blok kapal sekaligus, atau setara dengan berat hingga 400 ton lebih.

Selain itu, kata Budiman, dari total 5 tahapan proses pembangunan kapal, untuk tahapan ke-2 dilakukan 4 bulan lebih awal dari rencana pada tanggal 28 Desember 2017.

Langkah percepatan, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi pemenuhan target proyek multi years yang sangat ketat, sebab pada akhir tahun 2017 harus mampu mencapai progres minimal yang ditetapkan sebesar 40 persen.

“Pencapaian progres pada akhir Juli 2017 sebesar 21,72 persen dari rencana 11,50 persen, atau surplus 10,22 persen, dan kami optimistis dapat memenuhi target akhir tahun yang telah ditetapkan,” katanya.

Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi (ketiga kanan) menyaksikan pengelasan kapal saat pelaksanaan peletakan lunas (keel laying) kapal, Senin (2808).
Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi (ketiga kanan) menyaksikan pengelasan kapal saat pelaksanaan peletakan lunas (keel laying) kapal di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). (Antara)

Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi yang hadir dalam peletakan lunas kapal di Surabaya mengapresiasi langkah percepatan yang dilakukan PT PAL Indonesia dalam mengerjakan pesanan kapal TNI AL.

Ia berharap, percepatan ini dapat memacu kinerja lebih baik dan semakin banyak pesanan kapal kepada PT PAL Indonesia.

Sementara itu, kapal pesanan TNI AL itu dapat menjalankan berbagai misi operasi militer sebagai bentuk penguat diplomasi dalam menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan laut terluar kedaulatan Indonesia.

Kapal yang dipesan dengan kontrak kerja no KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017 senilai Rp700 miliar itu mampu menjalankan misi kemanusiaan secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan bergerak.

Kapal juga dirancang untuk tempat pusat koordinasi dan mampu mengangkut hingga 771 personel yang terdiri dari kru, pasukan dan penumpang.

Photo : Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi (kedua kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh (ketiga kiri) saat peletakan lunas (keel laying) kapal di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). (Antara)

Sumber : Antara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s