Pembelian Su-35 Termasuk ToT dan Fasilitas Perawatan Jet Tempur (MRO)

Pemerintah Indonesia telah menyepakati perjanjian kerja sama imbal dagang dengan Rusia terkait pengadaan jet tempur Sukhoi untuk Indonesia melalui mekanisme barter.

Pemerintah berencana mendatangkan 11 unit jet tempur yang akan digunakan untuk memperbaharui armada tempur milik Indonesia dengan total nilai 1,14 miliar dollar AS atau setara Rp 15,16 triliun.

Adapun beberapa komoditas yang akan dijadikan objek barter adalah hasil perkebunan antara lain teh, kopi, karet, minyak kelapa sawit, hingga produk asal Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi.

Kedua negara pun telah menunjuk masing-masing Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjalankan dan mengatur bagaimana mekanisme pelaksanaan barter tersebut hingga kesepakatan harga komoditas perkebunan. Dengan mekanisme imbal dagang tersebut, apa yang akan didapatkan Indonesia?

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, Indonesia akan memiliki 11 unit jet tempur dengan kemampuan dan keunggulan yang berbeda-beda. Termasuk di dalamnya adalah transfer teknologi Sukhoi dari Rusia kepada Indonesia dan juga fasilitas perawatan jet tempur atau yang dikenal Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO).

“Ada tiga macam (spesifikasi), ada yang bisa nembak tapi enggak bisa ngebom, ada yang bisa ngebom tapi enggak bisa nembak, ada juga yang bisa dua-duanya, lengkap,” ujar Ryamizard saat konferensi pers bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemenhan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Menhan mengatakan, harga tersebut telah melewati beberapa penawaran antara pemerintah Indonesia dan Rusia.

“Saya tawar sudah lama, buka harga 150 juta dollar AS, sekarang jadi 90 juta dollar AS sudah lengkap,” papar Menhan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya juga akan menawarkan berbagai produk unggulan dalam negeri yang bisa dijadikan objek barter, seperti kendaraan tempur maupun alat pertahanan buatan PT Pindad, kemudian produk dari PT Dirgantara Indonesia.

“Tadi ada MRO-nya sehingga maintanance nya itu bagus sekali. Kalau Indonesia punya MRO bagus dan lengkap, maka itu jadi pusat perawatan maintanance dari negara lain,” ungkap Mendag.

Dengan itu, lanjut Mendag, pada bulan depan pihak pemerintah Rusia akan berkunjung ke Indonesia untuk melanjutkan pembahasan imbal dagang tersebut.

“Proses ini diharapkan bisa berjalan cepat karena Menhan (Ryamizard Ryacudu) kejar saya untuk bisa speed up semuanya. Kami siap laksanakan, awal bulan depan tim Rusia datang untuk kami duduk kembali dan bahas semuanya,” paparnya.

Photo : Sukhoi Su-30 menjalani Overhaul (Istimewa)

Sumber : Kompas

Advertisements

11 thoughts on “Pembelian Su-35 Termasuk ToT dan Fasilitas Perawatan Jet Tempur (MRO)”

  1. si bebek SU-34 haaaa???????gak mungkin lah
    si su-35 di jadikan bomber
    hhhmmmmm ngebom itu ibarat menjantuhkan dan nembak itu ibarat meluncurkan.

    apakah yg dijatuhkan?
    KAB-500KR TV-guided bomb
    KAB-500L laser-guided bomb
    KAB-500OD guided bomb
    KAB-500S-E satellite-guided bomb
    KAB-1500KR TV-guided bomb
    KAB-1500L laser-guided bomb
    OFAB-250-270 bomb
    OFAB-100-120 bomb
    FAB-500T general-purpose bomb
    2 × BETAB-500SHP
    P-50T bomb
    ODAB-500PM bomb
    RBK-500 cluster bomb
    SPBE-D bomb

    apakah yg di luncurkan?
    B-8 rocket pods for 20 × S-8KOM/OM/BM
    B-13 rocket pods for 5 × S-13T/OF
    O-25 rocket pods for 1 × S-25OFM-PU
    S-80FP
    2 × R-73E
    Kh-58
    P-800 Oniks
    Kh-41
    Kh-36

    Like

  2. Sekitar tiga dekade kemudian, tepatnya pasca insiden Santa Cruz di Timor Timur, Amerika Serikat mulai mengusik Soeharto lewat isu hak asasi manusia. Isu ini kemudian berujung embargo persenjataan kepada ABRI (TNI) sejak 1995. Akhirnya, Soeharto pun kembali menoleh sahabat lama; Rusia. Ia berupaya merekatkan kembali hubungan yang renggang dengan Rusia dengan menemui Mikail Gorbachev di Moskow pada 7-12 September 1989.

    Dua tahun kemudian, Soeharto menyatakan minatnya untuk membeli Sukhoi sebanyak 12 buah. Sayang, krisis moneter dunia ikut menghantam perekonomian Indonesia. Rencana itu pun batal.

    Pengadaan Sukhoi terwujudkan pada 2003 oleh Presiden Megawati lewat skema imbal dagang. Penggantinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan kebijakan pengadaan Sukhoi tersebut. Juga oleh Joko Widodo.

    Dengan dalih kesinambungan perawatan dan kenyamanan pada sistem persenjataan, Kementerian Pertahanan menolak tawaran F-16 Viper yang diajukan Lockheed Martin pada awal Oktober 2015. :mrgreen:

    “Plan kita sudah Sukhoi karena sejumlah alasan, antara lain kesinambungan pemeliharaan,” kata Marsekal Pertama Dwi Badarmanto yang saat itu menjabat sebagai juru bicara TNI AU.

    Like

    1. Oooo…bliau ini dulu yg bilang bahwa pembelian heli aw-101 sudah melalui perencanaan yg panjang itu ya dek pakda?

      Saking panjangnya….sampe-sampe ramp door, sliding door sama hoistnya ketinggalan di yeovil, hhh

      Like

      1. yakan memang sebelumnya beralibi utk versi VVIP masa ada ramp door nya huahahaha maknya lucu jg tiba tiba di sulap jd warna loreng tp gk ada ramp dan sliding door serta hoist

        Like

    1. pastinya masih ada kesempatan utk viper16, karena pembelanjaan militer harus seimbang antara block timur dan barat biar masing masing dapet rejeki dan gak sirik dan ngusilin negara kita. tp menurut saya lebih baik utk kedepannya utamakan beli apache(bisa buat coin & tank kiler), air defence (nembak uav,missle&jet) dan MLRS(buat salvo infantri dan kaveleri). 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s