Indonesia Berencana Memproduksi 12 Unit Kapal Selam

Saat ini KRI Nagapasa (403) yang merupakan kapal selam pertama yang berhasil diproduksi PT. PAL bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), tengah dalam perjalanan ke tanah air.

Rencananya kapal selam itu tiba di Indonesia pekan depan.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebut setelahnya akan ada dua unit kapal selam lagi yang akan diproduksi yang mana produksi terakhir mayoritasnya adalah hasil karya anak negeri.

Lalu setelah itu akan ada 12 unit lagi yang akan diproduksi.

“Nanti yang ketiga di Surabaya (produksinya), selanjutnya kita buat dua belas unit,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

KRI Nagapasa adalah kapal selam kelas cakra, yang nilai per unitnya mencapai 1,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 1.400 ton.

KRI Nagapasa termasuk kapal selam jenis Type 209/140, yang bertenaga disel dan elektrik.

Kapal selam tersebut umumnya menggunakan tenaga disel untuk melaju di permukaan sembari mengisi baterai dan menggunakan tenaga baterai saat melaju di bawah permukaan laut.

Kelebihan dari menggunakan tenaga dari baterai untuk memutar baling-baling saat kapal selam berada di bawah permukaan laut, adalah kapal selam bisa melaju lebih senyap.

Dengan kekuatan 4 x 120-cell batteries, kapal selam tersebut bisa melaju hingga 21,5 knots saat berada di bawah permukaan laut.

Kapal selam yang teknologinya diadopsi dari teknologi Jerman itu, merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Rencanannya kapal selam produksi kedua akan rampung pada tahun ini.

Sementara kapal selam produksi terakhir yang mayoritasnya adalah buah tangan anak negeri, akan rampung pada tahun 2018 ini.

Mengenai proyek selanjutnya yakni produksi 12 unit kapal selam, Ryamizrad Ryacudu belum bisa memastikan waktunya.

“Ya bertahap lah, tunggu saja,” katanya.

Photo : Type 214 S-120 Papanikolis Yunani (forum.sub-driver.com)

Sumber : Tribunnews

Advertisements

7 thoughts on “Indonesia Berencana Memproduksi 12 Unit Kapal Selam”

  1. Dari dulu angka 12 dipakai.

    Butuh minimal 12 kapal selam.

    Lalu ada berita menambah 12 kapal selam.

    Udah ditambah 3 unit Changbogo hingga seharusnya bilang masih kurang 9 unit lagi, kok lalu bilang akan produksi 12 kapal selam.

    Lalu ada lagi berita kerjasama dengan Turki dan Jerman untuk 3 kapal selam.

    Lalu panglima minta kapal selam Kilo Rusia lagi.

    Jadi berapa sih RI butuh minimal kapal selam ?

    Ya MINIMAL sekitar 28 unitlah.

    Xixixixi

    Like

    1. Pangkalannya saja ada armatim,armabar..ditambah lagi ada palu

      Yg abu abu sih ada di Sorong,kupang,pulau apa ya namanya yg di Jateng itu hehehe

      Masa cuma segitu jumlahnya ya
      Emang yg bisa untuk laut dalam dan laut dangkal apa aja ya

      Like

  2. Buatnya sekalian yg type U214/U218, jangan terus berkutat di type U216 yg sudah out to date (design th 70an).
    Jangan selalu inferior di kawasan, toh jumlah kebutuhannya tidak sebanyak kapal permukaan (hanya 12 unit).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s