Latihan Kesiapsiagaan Pasukan Elite Militer di Perairan Balikpapan

Jelang pelaksanaan latihan kesiapsiagaan jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) tahun 2017, kelima kapal perang yang akan digunakan sebagai armada saat latihan telah tiba di dermaga Pelabuhan Semayang. Kelima kapal tersebut yakni KRI Hasan Basri 382, KRI Lambung Mangkurat 374, KRI Frans Kaisiepo 368, KRI Pandrong 801, dan KRI Teluk Banten 516.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan Siagian mengatakan, giat latihan kesiapsiagaan ini sebagai ujian sebenarnya Koarmatim. Pelaksanaannya dipusatkan di perairan Balikpapan, karena Balikpapan dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sehingga dianggap strategis.

“Jalur ALKI II dilindungi negara. Sementara itu, Balikpapan termasuk dekat dengan jalur ini. Balikpapan juga strategis karena terdapat rig dan platform. Skenarionya nanti akan ada upaya peledakan kilang, juga penyanderaan. Yang mencegat nanti adalah KRI Hasan Basri,” ungkap di makolanal, kemarin (8/8).

Danlanal juga menyampaikan skenario latihan kesiapsiagaan nantinya. Meski wilayah Koarmatim luas yakni dari Tegal, Jawa Tengah hingga Papua, tetapi Balikpapan yang dipilih sebagai lokasi kegiatan. Materi yang dilaksanakan pun lebih pada penanggulangan terorisme di laut. Terlebih pasca kejadian di Marawi, Filipina Selatan.

Sebanyak 160 hingga 200 orang personel dari Koarmatim akan mengikuti latihan ini. Nantinya akan dilihat secepat apa pasukan Koarmatim menghadapi ancaman. Di antara pasukan yang terlibat merupakan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan pesawat udara.

“Kalau 2014 lalu materi beda. Saat itu lebih ke rescue. Sementara yang sekarang lebih ke penanganan terorisme. Namun yang sama, locus delicti tetap di perairan. Kita buka untuk umum. Ini kan juga bentuk edukasi dan pengenalan wawasan. Juga agar warga lebih mengetahui tugas Angkatan Laut,” terangnya.

Selama dua hari latihan, 10-11 Agustus, masyarakat boleh menyaksikan. Nanti saat kegiatan selesai masyarakat memungkinkan juga diperbolehkan melihat kapal perang yang sandar. “Ini kan pembiayaan dari negara, jadi silakan jika warga masyarakat berkunjung,” katanya.

Sementara itu, Teluk Banten 516 yang baru sandar pada Selasa pagi membawa Kopaska Tentara NasionaI Indonesia AL, salah satu pasukan elite militer Indonesia. Kopaska terbagi menjadi dua komando, di antaranya, Satuan Pasukan Katak Armatim di ujung Surabaya dan Satuan Pasukan Katak Armabar di Pondok Dayung, Jakarta Utara. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai, dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Korps tersebut didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno, untuk membantunya dalam masalah Irian Jaya. Pasukan khusus ini sebenarnya sudah ada sejak 1954.

Lebih lanjut dalam latihan kesiapsiagaan ini tidak hanya melibatkan mereka kapal perang, tapi juga melibatkan pesawat udara CN-235 sebagai unsur patroli maritim. Lalu, penerjunan pasukan katak menggunakan helikopter.

Photo : KRI Frans Kaisiepo 368 (Istimewa)

Sumber : Prokal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s