Koopsau II Latih Pilot Pesawat Tempur Menggunakan Kursi Lontar

Tertembaknya pesawat tempur dalam sebuah operasi udara maupun kerusakan mesin pesawat saat terbang, merupakan resiko yang mungkin dan bakal akan dihadapi para penerbang tempur TNI AU.

Dalam situasi itu, maka tindakan melakukan eject (keluar dari pesawat dengan kursi pelontar) akan menjadi salah satu pilihan penerbang dalam menyelamatkan diri.

Untuk membekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat tersebut, baru-baru ini Koopsau II menggelar latihan emergency “escape atau eject” bagi para penerbang tempurnya.

Sebanyak 28 (dua puluh delapan) penerbang tempur yang berasal dari Lanud Iswahjudi terdiri dari Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15, dari Lanud Sultan Hasanuddin terdiri dari Skadron Udara 5 dan Skadron Udara 11, serta dari Lanud Abdul Rahmansaleh yaitu Skadron Udara 21.

Latihan digelar selama tiga hari di pantai Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, dan bertindak sebagai Dirlat Kolonel Pnb Asril Samani.

Dalam latihan yang didukung oleh para instruktur dan pelatih berpengalaman ini, para penerbang memanfaatkan sarana latihan Parasailing.

Dipilihnya latihan ini, dengan pertimbangan kecilnya resiko kecelakaan yang mungkin dihadapi, serta diperolehnya kondisi yang mendekati situasi sebenarnya.

“Secara teoritis dan simulasi, escape atau eject dapat dilaksanakan di simulator pesawat tempur, tetapi untuk praktek harus dilaksanakan dengan alat yang mendekati kondisi sebenarnya, yaitu dengan menggunakan peralatan parasailing,” kata Kolonel Pnb Asril Samani dalam keterangan persnya.

Ia mengatakan, latihan parasailing akan membantu para penerbang tempur TNI AU merasakan secara riil situasi dan kondisi ketika harus melakukan pendaratan di air/laut dengan parasut.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan escape atau eject sangat bergantung pada keterampilan penerbang tempur dalam mengaplikasikan teori dan prosedur yang telah diperoleh sebelumnya di masing-masing satuan.

Sasaran yang ingin dicapai dari latihan ini terpeliharanya kesiapan operasional penerbang tempur jajaran Koopsau II.

Sementara pelajaran yang ingin dikembangkan adalah kemampuan para penerbang tempur Koopsau II dalam menyelamatkan diri pada saat pesawat mengalami kondisi darurat, serta mampu melepas parasut secara tepat, cepat dan berhasil sebelum jatuh di air/laut sekaligus mampu memanfaatkan arah angin dalam melakukan pendaratan di air/laut.

Latihan tersebut dihadiri oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Yadi I. Sutanandika., M.S.S., Kas Koopsau II Marsma TNI M. Khairil Lubis, Danlanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman, para Asisten Koopsau II dan para Staf Ahli Koopsau II.

Photo : Koopsau II Latih Pilot Pesawat Tempur Menggunakan Kursi Lontar. (Tribun Makasar)

Sumber : Tribun Makasar

Advertisements

3 thoughts on “Koopsau II Latih Pilot Pesawat Tempur Menggunakan Kursi Lontar”

    1. Bahaya Bu Klau Instrukturnya Dari Jiran… Soale Instrukturnya Aja Mati Garar Otak Gara-2 Palanya Kejedot Hanggar…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s