Indonesia Tertarik dengan Sistem Pertahanan Udara Rusia

Indonesia belum mempertimbangkan pembelian sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 atau S-400 dari Rusia, namun sistem pertahanan udara Rusia “menjadi sorotan” di Jakarta ungkap Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.

Menyusul hasil negosiasi yang diadakan pada Mei 2016 antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Joko Widodo, para pemimpin kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama teknik militer. Secara khusus, kesepakatan tercapai pada transfer teknologi. Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang kemungkinan pembentukan produksi bersama.

S-400 (dpa) 1
S-400 (dpa)

“Kami belum mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli kompleks ini, namun Kementerian Pertahanan kami benar-benar tertarik untuk mendapatkan teknologi baru. Sistem pertahanan udara Federasi Rusia berada dalam zona perhatian kami, namun untuk sistem SAM ini (S-300 dan S-400) saya belum bisa mengatakannya, ” kata diplomat tersebut.

Sebelumnya, Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal Gatot Nurmantio melaporkan bahwa departemen pertahanan Federasi Rusia dan Indonesia sedang mempersiapkan satu paket dokumen yang memungkinkan kerjasama militer antara kedua negara untuk mencapai tingkat yang lebih baru. Spesifikasi proyek yang dibahas tidak diungkap, kedua belah pihak berulang kali menyatakan ketertarikan mereka pada pengembangan kerjasama teknik militer. Secara khusus, ini terkait dengan kemungkinan pengiriman peralatan aviasi militer, sebagaimana dilansir dari kantor berita Ria Novosti (04/08).

Photo : S-300 (RT)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

7 thoughts on “Indonesia Tertarik dengan Sistem Pertahanan Udara Rusia”

  1. Hahaha… Saran Saya Mending Beli S-350 Dulu Aja Daripada S-400… Soalnya Harga perbatrei Vityaz Cuma Setengah Dari S-400 Dan Lagipula Vityaz Sudah Menggunakan Teknologi Terbaru

    Like

    1. Nah betul Bung.. Saya pun berpikir mending beli S 350 vityas saja dulu.. Gpp kita jadi test buyer..teknologi radar S-400 dan rudal nomor 3 dari S-400 itu..

      Like

    1. Hahaha… Sky Delay-50 Enggak Bakal Di Pilih Pak… Soalnya Di Medium TNI Dah Sreg Sama NASAMS+Ntar Embel-2 ToTnya Gone With Wind Dgn Sendirinya Seperti Kasus C-705,MLRS (Saya Lupa Namanya Tapi Pokonya Di Pake Marinir),DLL

      Like

  2. Kerjasama dalam bidang kemiliteran bisa meningkatkan keamanan negara kita. Selain itu, jika negara kita membeli sistem rudal udara buatan Rusia di harapkan akan lebih meningkatkan keamanan tanah air Indonesia.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s