Jalur KA Lewat Malinau untuk Droping Logistik, Pasukan dan Alutsista

Sebagai salah satu kabupaten perbatasan di Indonesia, Kabupaten Malinau memiliki peran strategis dalam bidang pertahanan dan keamanan. Masih banyaknya daerah perbatasan yang tidak tersentuh oleh pembangunan, membuat Kementrian Pertahanan (Kemhan) memasukan jalur rute Kereta Api (KA) di Malinau.

Hal ini tampak dari kunjungan, Kepala Bidang (Kabid) Wiliyah Pertahanan Kemhan RI, Kol Arh Budi Setiawan beserta rombongan ke Malinau. Kunjungan tersebut digunakan oleh Kemhan, untuk melihat kondisi Malinau sekaligus meminta data terkait jalur perbatasan Indonesia-Malaysia di Malinau.

Selain itu, Kol Budi, menyampaikan presentasi soal pembangunan jalur rel KA, pada Selasa (1/8), pukul 10.00 WITA, di Ruang Intulun, Kantor Bupati Malinau.

“Sebenarnya, kita tidak membangun rel KA. Kita hanya mendompleng program pembangunan tersebut untuk kepentingan pertahanan Indonesia di daerah perbatasan. Dan Malinau, merupakan salah satu daerah perbatasan kita yang harus mendapat perhatian penting. Terlebih, sama dengan daerah perbatasan lainnya, daerah perbatasan Malinau belum sepenuhnya tersentuh pembangunan,” ujarnya.

Seluruh data yang didapat dari Pemkab Malinau, ungkap Kol Budi, akan diolah kembali di Pusat Penelitian dan Pengembangan Strategi Pertahanan (Puslitbangstrahan) Badan Pelatihan dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan RI. Ujung dari pengolahan data tersebut, akan berbentuk buku dan disampaikan langsung kepada Menteri Pertahanan dan Presiden RI.

“Program ini, merupakan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Program ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga tahun 2019. Salah satunya, adalah melaksanakan pembangunan di daerah perbatasan untuk kepentingan Hankam. Pada intinya, pembangunan jalur KA ini untuk kepentingan kesejahteraan dan perekonomian rakyat,” tuturnya.

Melihat sisi lainnya, Kol Budi menyatakan, pandangan tersebut beda dengan pandangan Kemhan. Jalur KA, ditegaskan olehnya, dapat menjadi sebuah dukungan besar untuk memperkuat daerah perbatasan. Droping pasukan, logistik dan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) bisa menggunakan jalur KA sebagai sarana transportasi utama.

“Tetap saja, kita juga memiliki kelemahan dalam sisi-sisi lainnya. Seperti halnya anggaran. Kebanyakan, anggaran kita habis digunakan untuk operasional saja. Nah, dengan adanya jalur KA ini akan mempermudah dan sekaligus banyak berhemat. Segala jenis pengangkutan, akan lebih mudah menggunakan KA ketimbang harus menggunakan pesawat dan jenis transportasi lainnya,” jalasnya.

Ditanyakan soal rute jalur KA yang akan dibangun, Kol Budi mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui pasti soal jalur KA yang akan dibangun di Malinau. Namun, Kol Budi menyatakan, pembangunan jalur KA akan dilakukan dari Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Kalimantan Utara (Kaltara).

“Jadi, ada pembangunan dengan skala prioritas dan tambahan. Untuk wilayah Kaltara masuk dalam tambahan. Skala prioritas dari Kalbar, Kalsel dan Kaltim. Untuk jalurnya sendiri, mulai dari Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Berau, Tanjung Selor, Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Malinau,” tandasnya. (*)

Harapkan Segera Terlaksana
KEBUTUHAN jalur transportasi di daerah perbatasan pedalaman dapat dikatakan sangat penting. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau, Hendris Damus menyambut baik rencana pembangunan jalur KA di Malinau. Ini merupakan jawaban yang selama ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat Malinau di daerah perbatasan dan pedalaman.

“Semoga saja segera terealisasi. Ini merupakan langkah kongkrit negara untuk membuka keterisolasian daerah. Dengan membuka jalur KA, maka akan membuka jalur perekonomian sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita di sana. Kita tahu sendiri, bahwa daerah perbatasan dan pedalaman sangat terbatas dalam sektor pembangun dalam bidang apapun. Dan langkah ini, merupakan jawabannya,” ungkapnya.

Sesuai dengan data, Hendris menyampaikan, panjang perbatasan negara yang berada di Malianu sepanjang 502 kilometer yang membentang di sepanjang 4 kecamatan perbatasan di Malinau, yakni Kecamatan Bahau Hulu, Pujungan, Kayan Selatan dan Kayan Hulu dan memiliki daerah penyangga perbatasan. Seperti, Kecamatan Sungai Boh dan Kayan Hilir.

“Nah, pembangunan di 6 kecamatan itu sudah mulai membaik. Tinggal, bagaimana negara langsung turun tangan dalam menambah pembangunan di daerah-daerah itu. Tentunya, dengan pembangunan perbatasan yang juga ditetapkan menjadi beranda depan negara akan menaikan harkat martabat negara kita di mata negara tetangga,” tandasnya.

Photo : Jalur Rel Kereta Api (Istimewa)

Sumber : Tribun Kaltim

Advertisements

5 thoughts on “Jalur KA Lewat Malinau untuk Droping Logistik, Pasukan dan Alutsista”

  1. good, pembangunan jalan dan lintas KA bukan hanya semata-mata utk perkembangan ekonomi memajukan daerah pinggir yaitu untuk memudahkan mobilasi pasukan dan logistik juga. hanya bekucul-bekucul cabecabean dan terongteronganlah yg teriak pembangunan jalanan di tempat sepi penghuni,pinggir negara dikatakan siasia. jarang nongkrong di formil cuma aktif di medsos dan baca portal berita ala medsos.

    Like

  2. untuk pembangunan jalur KA sangat sulit di Malinau, kecuali dibangun dipinggir sungai, karena topografi malinau berbukit-bukit, lalu melintasi hutan lindung. saat ini hanya long bawan dan long ampung yang memiliki airport bisa didarati pesawat sekelas hercules. BTW jalur kereta api Palangkaraya kok nggak ada?

    Like

    1. Mosok kita kalah sama belanda dek blangkon…lha itu mereka membangun jalur sepur di bandung dan sumbar kan medannya sulit padahal teknologi saat itu masih terbatas, hhh

      Begitu juga dgn jepang ketika membangun jalur kereta api di Birma-India jaman perang pasifik dulu, medannya gak kalah ekstrim, menembus hutan belantara dan perbukitan jg melewati bbrp sungai besar….nah salah satu romusyha yang dipekerjakan paksa itu tetangganya simbah dijogja. beliau beruntung masih bisa pulang kembali dlm keadaan sehat walafiat, hhh

      Like

  3. dari jawa ke perbatasan seperti natuna perlu 5 hari persiapan membawa alutsista seperti SPH dan tank, kecuali yang berangkat cuma infanteri bisa dalam hitungan jam.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s