Siluman Rusia Meneror NATO di Udara

Rusia akhirnya sepakat menjual sistem pertahanan udara S-400 kepada anggota NATO, Turki. Seberapa mematikan peluru kendali berdaya jelajah tinggi yang hingga kini masih dianggap belum tersaingi itu?

 

S-400 (AA)

Momok bagi Pesawat Tempur

S-400 adalah sistem pertahanan udara paling canggih di dunia. Meriam langit ini memiliki daya jelajah sejauh 400 kilometer, mampu menghancurkan target di ketinggian hingga 27 kilometer dan membidik 300 sasaran sekaligus. Entah itu pesawat tempur, pesawat pembom, wahana nirawak, peluru kendali atau bahkan pesawat siluman, tidak ada yang luput dari ancaman S-400.

S-400 (dpa)

Meriam Tanpa Tanding

Dikembangkan sejak dekade 1980an, S-400 adalah evolusi termutakhir sistem pertahanan udara Rusia. Saat ini negeri beruang merah itu telah memiliki sebanyak 152 unit sistem rudal S-400 yang terbagi dalam 18 divisi. Menurut klaim Institut Perdamaian dan Kebijakan Keamanan di Jerman (IFSH), NATO saat ini belum memiliki solusi jitu atas ancaman S-400.

S-400 (dpa) 1

Burung Besar dan Enam Peluncur

Sebuah resimen S-400 terdiri atas sebuah pusat komando dan radar 91N6 yang dijuluki Big Bird E dan enam peluncur sekaligus. Namun ragam susunan S-400 bisa diubah sesuai dengan misi yang diemban. Daya jelajah S-400 yang tinggi antara lain berkat sistem peluncur yang menembakkan roket ke ketinggian 30 meter dengan gas sebelum mesin roket dinyalakan.

S-400 (dpa) 2

Menebar Takut di Udara

Kekhawatiran terhadap ancaman sistem rudal Rusia memaksa koalisi bentukan Amerika Serikat di Suriah mengkandangkan semua armada udaranya dan memilih menyerang target dengan rudal Tomahawk dari kapal perang ketika Moskow menempatkan sejumlah resimen S-400 di pangkalan udara Khmeimim, Damaskus. Tapi meski digdaya, S-400 bukan tanpa kelemahan.

EA-18G (AFP)

Jawaban NATO

Salah satu jawaban NATO atas ancaman S-400 adalah pesawat tempur EA-18G Growler yang memiliki kemampuan perang elektronik dan bisa melumpuhkan sistem navigasi S-400. Namun meski efektif mengurangi daya pukul S-400, EA-18G tidak mampu melumpuhkan sistem pertahanan udara itu sepenuhnya. Cara lain adalah menyerang S-400 dengan puluhan rudal sekaligus. Tapi teori tersebut belum terbukti keampuhannya.

S-400 (dpa) 3

Dua Pendamping

Terlebih militer Rusia sudah lebih dulu menyadari kelemahan S-400. Sebagai pelengkap, S-400 akan ditemani oleh sistem pertahanan udara jarak pendek 42S6 Morpheus dan sistem rudal 50R6 Vityaz yang berdaya jangkau hingga 120 kilometer. Kedua peluru kendali darat ke udara itu bertugas mengeliminasi ancaman terhadap S-400, terutama oleh pesawat tempur serupa EA-18G.

S-400 (AFP)

Komponen Asing di Sistem NATO

Kini Turki menyepakati pembelian S-400 senilai dua setengah milyar Dollar AS dengan Rusia. Moskow nantinya akan menyerahkan dua unit baterai S-400 dan memberikan lisensi bagi Turki untuk membangun dua unit s-400 lain. Pembelian itu turut menjadi masalah, karena S-400 tidak bersinergi dengan sistem pertahanan NATO yang dimiliki Turki saat ini.

Sumber : (DW)

Advertisements

5 thoughts on “Siluman Rusia Meneror NATO di Udara”

    1. Emak bawang gini cukup diserahin sama israel…dijamin cuma bisa melonggo sambil garuk-garuk (apa aja boleh, asal punya sendiri, hhh)

      Like

  1. siluman rusia meneror di udara maksudnya PAK DA 😀

    kita harus punya nih: 42S6 Morpheus dan sistem rudal 50R6 Vityaz

    saya sangat sangat kecewa atas tindakkan rusia yg sudah dengan sembrono menjual s400 dan memberikan hak lisensi ke turki. turki itu duri dalam daging eropa dan negara timteng, ketika mereka kuat mereka akan ulang kejayaan masalalu ada ambisi kesana. gak heran saudi membeli alutsista gila gilaan dari amerika utk mempersiapkan dan menjaga diri karena dikuatirkan ada yg ingin menonjolkan diri sebagai kekuatan baru di timteng.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s