Renstra Kedua MEF TNI Masih 0 Persen

type-214
Photo : Type 214 Korea Selatan (Istimewa)

Rencana strategis (renstra) pembangunan TNI melalui program Minimum Essensial Force (MEF) dibagi dalam tiga tahap. Pertama 2009 hingga 2014, kedua 2015 sampai dengan 2019, dan terakhir 2020 hingga 2024.

Target yang ditentukan dalam renstra 1 adalah 30 persen. Selanjutnya, kedua adalah 30 persen, dan sisanya diselesaikan dalam renstra terakhir.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menerangkan, dalam renstra pertama telah dicapai kurang lebih 27 persen. Sementara dalam rentra kedua, dalam tiga tahun terakhir ini masih 0 persen.

“Seharusnya dalam renstra kedua ini sudah harus tercapai, diantaranya, pengadaan pesawat tempur TNI AU, kapal selam TNI AL, dan rudal taktis TNI AD,” ujar Kang TB sapaan akrab politisi PDI Perjuangan itu, Senin (31/7).

Jelas Kang TB, tersendatnya pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) ini harus segera mendapat perhatian dari Kementerian Pertahanan, agar program pembangunan alutsista TNI dapat diwujudkan sesuai renstra.

“Membangun dan memperkuat TNI tidak boleh terhambat mengingat hakekat ancaman yang semakin nyata di depan kita.

Dua spot yang menjadi perhatian kita terutama di wilayah Natuna dan perbatasan dengan Philipina tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Sumber : RMOL

Advertisements

14 thoughts on “Renstra Kedua MEF TNI Masih 0 Persen”

  1. wow padahal angaran militer dah mencapai 100T. pst lama karena sadap getah karet ini, maklumlah cuma netes doang karetnya hehehe di tambah lagi sama birokrasi rusia yg suka berbelit dan pelit tot huehehehe india yg terkenal picik dan jelimet dalam berdagang aja bisa kena php. πŸ˜€

    Like

      1. yup setuju, mungkin kakpok beli alutsista rekondisi dan termarkup harganya 😳 maka sekarang di evaluasi mending beli baru dan lengkap dengan radar dan life time nya panjang, tetapi sampai ke pembeli yh jd cukup lama yh mau gimana lagi namanya jg barukan (bikin anak cuma semalam tetapi prosesnya 9 bulan). contohnya beli bekas, barang cepat sampai ke pembeli tp life timenya sebentar. wong F-16palkon scnd th 2020 uda kadalursa gak layak. masa baktinya berarti cuma 5th dengan harga fantastic wow luaaar biazza 😑

        (tolong di koreksi komen di atas kalo ada yg salah)

        Like

        1. F16 second punya sisa jam terbang 4000 sejak 2015.

          Jika dipakai terbang per unitnya 300 jam setahun maka :

          4000 / 300 = 13,33

          2015 + 13,33 = 2028,33 dibulatkan 2029

          Jika dipakai terbang per unitnya 200 jam setahun maka :

          4000 / 200 = 20

          2015 + 20 = 2035

          Jadi kemungkinan sampai antara tahun 2029 – 2035.

          Like

    1. Bukankah pembelian alutsista diutamakan untuk service alutsista tua dan spare part. Sedangkan pembelian termahal adalah satelit militer. Kalau pembelian hanya seputar su 35 dan kilo. Apakah lst, lpd, kcr, kapal patroli cepat, sph, sniper pod dan integrasi datalink tidak dianggap MEF. Bukan kah logistik (kapal dan pesawat angkut juga penting.

      Like

      1. tp diantara yg telah bung blangkon sebutkan ❓ yg paling heboh kan memang barang dari blok timur 😳 πŸ˜‰ 😎 sudah hampir 4th nugngguin su-35 & kilo gak nongol jg kan jd baper. sampai ada judul Indonesia adalah negara pertama yg akan memiliki su-35 πŸ™„

        Like

      2. Justru itu si TB ngawur.

        Untuk MEF itu, dasar pertahanan harus dilengkapi dulu.

        Kapal2 patroli KAL diperbanyak hingga lengkap jumlahnya jadi 317, kapal patroli KRI 8xx diperbanyak hingga minimal jumlahnya 66 unit, kcr juga dilengkapi jumlahnya hingga memenuhi target 24 unit untuk kcr 40, dan 16 unit untuk kcr 60.

        LPD, LST, dan BCM itu untuk melengkapi kebutuhan akan transportasi logistik.

        Pembuatan jalan trans perbatasan Kalimantan dan Papua itu juga untuk menunjang percepatan pergerakan pasukan.

        Demikian juga dengan pembuatan jalur rel kereta di Kalimantan untuk percepatan pergerakan kendaraan lapis baja seperti tank dsb.

        Itu semua untuk kemajuan MEF 2.

        Like

    1. Om Dian Ada Perusuh Nih… Dan Yg Berangan Itu Bukannya Malay Ya?. Berangan Nak Punya Rafale Tapi Apadaya Anggaran Tak Cukop Dan Akhirnya Anggaran Untuk Progam MRCA Di Alihkan Buat Upgrade Mig-29&Beli Spare Part Su-30MKM… πŸ˜›

      Like

    2. saya pindah sini krn tidak ada bekucul bekucul spt ini..eh ada yg nongol jg disini 😯 . ndanndonndanndon disini gak ada Indro Dono

      tolong min segera di tindak ❗

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s