KSAU Bicara Renstra Kedua dan Ketiga

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan dalam rencana strategis (renstra) kedua, TNI AU segera memperkuat sistem pertahanan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Renstra kedua, kami akan memperkuat di Natuna, kemudian di Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, kemudian di Kupang. Dalam hal ini kami juga akan membangun pangkalan yang ada di Selaru sesuai dengan kebijakan-kebijakan Panglima TNI,” katanya usai membuka kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti TNI Angkatan Udara di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.

Sementara yang sedang berjalan untuk renstra kedua 2014-2019, kata dia, TNI AU juga akan memperkuat sistem pertahanan di antaranya pengadaan pesawat tempur pengganti pesawat F-5.

Selain itu, lanjut dia, penambahan pesawat Hercules tipe J, penambahan pesawat-pesawat latih termasuk pesawat helikopter, dan penambahan 12 radar.

Menurut dia, penambahan radar itu sangat penting karena bisa mengawal dan mengamati seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan yang sangat penting lagi, rencana pesawat `drone` tanpa awak di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan MALE (pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia), terbang 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau kurang lebih 2.000 kilometer. Itu yang akan kami tempatkan dalam renstra kedua ini di Tarakan dan Natuna,” katanya.

Sementara dalam renstra ketiga, kata dia, TNI AU akan menempatkan pesawat tanpa awak di Morotai dan Selaru.

Dengan demikian, lanjut dia, TNI AU dapat melihat pengamanan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari samudra hingga daratan dengan menggunakan pesawat tanpa awak.

Terkait dengan hal itu, KSAU mengatakan pihaknya telah membangun jaringan komunikasi data (network centric corporation) di TNI AU dan akan dikembangkan di Markas Besar TNI.

“Kemungkinan juga pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga seluruh informasi di negeri kita ini bisa terpantau dari `drone` dan bisa disebarkan ke seluruh satuan-satuan yang ada di bawah dan tidak bisa dibohongi karena semua menggunakan sistem digital yang bisa dibaca, di mana ada ancaman, entah itu ancaman laut, ancaman darat, ancaman udara, itu yang sekarang sedang kita bangun,” katanya.

Ia mengharapkan pada renstra ketiga, dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat yang ada di perbatasan sudah satu komando dalam jaringan komunikasi data atau “network centric corporation”.

Photo : MALE UAV ANKA TAI [Aviation Analysis Wing]

Sumber : Antara Jateng

Advertisements

10 thoughts on “KSAU Bicara Renstra Kedua dan Ketiga”

  1. Sabar ya dek jimmy…nyadap getah karet juga pekerjaan yang halal koq, hhh

    # entah kenapa begitu baca berita pembangunan NCW…mbah mien lsg ingat dek jimmy

    Like

    1. Mbah Mien,

      Jangan begitulah. Masa si Jimmy dibuli di sini juga ? Nanti dia nangis lho, dibuli di sana dan di sini.

      Kasian ngebayanginnya.

      Xixixixi

      Like

  2. Kalau sudah bicara 2 renstra artinya memang pengadaan 2 renstra disatukan di periode sekarang ini.

    Walaupun bayarnya di pemerintahan periode mendatang.

    Like

    1. Bukan pengadaannya yang disatukan dek TN, tapi ini konsekuensi logis dlm membangun kekuatan perang yang berkesinambungan…jd program2nya sdh dirancang utk jangka menengah (2 renstra sekaligus) spy gak kocar-kacir ditengah jalan, hhh

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s