PM Malaysia di Pusaran Suap Kapal Selam

scorpene submarine malaysia 1
Scorpene Submarine Malaysia (Istimewa)

Kasus korupsi yang diduga melibatkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak bertambah lagi. Namanya disebut-sebut dalam kasus korupsi yang tengah disidangkan di Paris, Prancis.

Berawal dari laporan Suaram, organisasi HAM Malaysia, Prancis menginvestigasi Naval Group terkait penjualan dua kapal selam dari Prancis ke Malaysia pada 2002.

Kini, dua mantan eksekutif Prancis menjadi terdakwa dalam kasus yang terjadi saat Najib menjabat menteri pertahanan tersebut.

Media Prancis mengidentifikasi dua terdakwa suap itu sebagai Philippe Japiot dan Jean-Paul Perrier. Pada 2002, Japiot menjabat chairman divisi dok kapal di DCNI alias Direction des Constructions Navales Internationale.

Pada 2007, DCNI berubah nama menjadi DCNS atau Direction des Constructions Navales Services. Lantas, DCNS berganti nama menjadi Naval Group pada 2017.

Sementara itu, Perrier adalah chief executive Thales pada 2002. Thales merupakan perusahaan pertahanan dan elektronik Prancis yang memiliki saham 35 persen di Naval Group.

Kini, Japiot dan Perrier tak lagi menjabat di Naval Group. Namun, karena kasus tersebut melibatkan Naval Group, perusahaan pertahanan yang berfokus pada kelautan dan maritim, polisi lantas menginvestigasi perusahaan itu.

Japiot dan Perrier diinvestigasi sejak Mei. Mereka diduga kuat memberikan komisi ke perusahaan Malaysia dalam jumlah fantastis terkait transaksi dua kapal selam jenis Scorpene tersebut.

”Japiot didakwa menyalahgunakan aset publik dan Perrier didakwa membantu penyalahgunaan aset publik,” terang sumber Agence France-Presse kemarin (19/7).

Kabarnya, komisi yang diberikan Prancis ke perusahaan energi Malaysia itu berkisar 114 juta euro atau Rp 1,75 triliun. Komisi tersebut diserahkan ke perusahaan milik Abdul Razak Baginda, sekutu Najib. Ketika itu, Najib bertugas menangani supervisi dalam transaksi senilai USD 1,1 miliar (sekitar Rp 14,64 triliun) tersebut.

Selain Japiot dan Perrier, ada dua mantan eksekutif lain yang diinterogasi polisi Prancis. Yakni, Dominique Castellan dan Bernard Baiocco. Castellan merupakan mantan presiden DCNI. Sementara Baiocco adalah mantan presiden Thales International Asia.

Kepada polisi, empat eksekutif Prancis tersebut membantah semua dakwaan. Mereka menegaskan bahwa kontrak yang diteken itu bebas dari korupsi.

Sumber : JPNN

Advertisements

11 thoughts on “PM Malaysia di Pusaran Suap Kapal Selam”

  1. Hahaha… HIDUP NAJIB FOREVER… Dah Belinya Perunit 550Jt USD Dah Gitu Di Antara 2 Unit Scorpene Milik TLDM Ada Salah Satu Scorpen Yg Cacat Produksi&Gk Bisa Nyelam…

    Like

  2. Kalo masih ada yang ingat, mr najib mengklaim Indonesia punya 2 kasel Kilo…sebenarnya ini hanya modus utk menimbulkan kecemasan dikalangan parlemen shg meng-acc pembelian 2 scorpene dg harga fantastis, hhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s