Singapura Tawarkan Bantuan Militer ke Filipina

prajurit-ad-singapura-angkasa-1
Prajurit  AD Singapura (Angkasa)

Singapura menawarkan drone intai dan latihan perang kota kepada militer Filipina untuk membantu perang melawan gerilayawan Islam di Marawi dan mencegah penyebaran gerakan terorisme ke negara lain di Asia Tenggara.

Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, mengatakan pihaknya juga menawarkan fasilitas latihan untuk digunakan militer Filipina dan meminjamkan pesawat C-130 untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dan evakuasi penduduk dari wilayah konflik.

Setelah tiga bulan melancarkan operasi pembebasan Marawi, Filipina belum berhasil menumpas pemberontakan kelompok militan Islam yang berafiliasi dengan Islamic State tersebut. Sejauh ini sudah lebih dari 550 orang tewas, termasuk di antaranya 413 gerilayawan dan 98 serdadu pemerintah.

Militer Filipina yang berpengalaman bertempur di dalam hutan dalam menumpas separatisme terkesan kesulitan begitu menghadapi pertempuran kota. “Kami memahami area di Marawi dan sekitarnya sangat besar. Ada banyak pulau-pulau. Jadi pengintaian menjadi masalah,” kata Ng Eng Hen seperti dikutip The Straits Times.

Singapura tercatat memiliki dua tipe drone, yakni Heron 1 yang memiliki daya jelajah sejauh 200km dan mampu terbang selama 24 jam, serta Hermes 450 yang berdaya jelajah lebih pendek dan hanya bisa terbang selama 14 jam.

Selain patroli gabungan tiga negara di Laut Sulu, Filipina juga mendapat bantuan berupa pesawat pengintai dari Australia dan Amerika serikat, serta senjata dan amunisi dari Cina.

Menhan Singapura, Ng Eng Hen, meyakini Filipina akan mampu membebaskan Marawi, namun “upaya lanjutan tetap dibutuhkan untuk memastikan bahwa sel-sel teror tidak mengakar di Selatan Filipina karena ini akan menimbulkan ketidakstabilan di negara lain di ASEAN,” ujarnya. Terlebih menurut Hen, Islamic State bisa menggunakan Marawi untuk “melancarkan serangan terhadap kota-kota lain di FIlipina dan ASEAN, dan mengkoordinir serangan di Indonesia, Malaysia dan Singapura.”

Sumber : DW

 

Advertisements

2 thoughts on “Singapura Tawarkan Bantuan Militer ke Filipina”

  1. terlambat sudah ada drone israel di marawi, kalau perang kota mungkin beda strateginya. lagian tata kota marawi berbeda dengan tata kota singapore yang rapi. tentara filipina kekurangan penglihatan malam (NVG) dan teropong jauh,tentara filipina kesulitan bergerak karena sniper musuh bergerak dan berpindah – pindah tempat. satu lagi, masalah komunikasi dan GPS juga menjadi masalah filipine army dan filipine air force.

    Like

    1. Betul Sir, selain alutsista, Komunikasi itu hal yang sangat penting, gara-gara komunikasi jeblok, pesawat mereka sampai dua kali sali salah tembak.
      Patut dicontoh oleh militer Indonesia. KOMUNIKASI.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s