‘CM2 Side Scan Sonar’ untuk Angkatan Laut Indonesia

CM2 Side Scan Sonar C-MAX
CM2 Side Scan Sonar C-MAX (Monch)

Di MAST Asia, C-MAX memperkenalkan CM2 Side Scan Sonar ke MONS: “Kami menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem CM2,” kata Hugh Frater, dari C-MAX. “CM2 memiliki beberapa aplikasi, termasuk survei hidrografi, keamanan pelabuhan dan untuk mine counter measure (MCM) yang diaplikasikan di bidang militer,” tambahnya.

Dilansir dari Monch (14/06), CM2 ada dalam dua konfigurasi: DF (100 / 325kHz) dan EDF (325 / 780kHz). Dalam mode 100kHz, DF sangat berguna untuk mencari objek yang lebih besar seperti bangkai kapal atau kontainer pengangkutan, sedangkan pada mode 325 kHz dapat membedakan objek yang lebih kecil seperti tali tambat, rantai jangkar, jangkar, batu atau bahkan tekstur dasar laut. EDF di sisi lain menawarkan resolusi yang lebih tinggi dan memberikan gambar yang paling rinci.

“Dibandingkan dengan sonar multibeam, CM2 menyediakan informasi data nyata, yang dapat dianalisis dan ditindaklanjuti untuk kemudian segera diproses,” lanjut Frater.

Sistem pemindaian dasar laut memberikan gambar beresolusi tinggi yang muncul di monitor operator dan juga direkam untuk dilihat di lain waktu. Ini memfasilitasi pendeteksian objek yang diinginkan, oleh karena itu sangat berguna untuk MCM bagi angkatan laut.

“Kami telah menjual sistem ke Royal Australian Navy, Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Malaysia,” tutup Mr Frater, “yang mewakili sekitar 30% bisnis kami.” tambahnya.

Editor : (D.E.S)

Advertisements

14 thoughts on “‘CM2 Side Scan Sonar’ untuk Angkatan Laut Indonesia”

    1. Kayaknya bukan dek blangkon…alat ini bisa digunakan scr stand alone (dioperasikan dr perahu karet atau sekoci) dan tampaknya spigel/spica sudah punya alat sejenis ini

      Like

    1. Moda operasinya dapat melacak terus-menerus suatu kawasan dalam putaran 360 derajat. Jarak pelacakannya antara 550 sampai lebih dari 1000 Km dan pengintaian pada jarak 250 sampai 400 Km. Radar ini juga dilengkapi sistem Tx Synthetic Aperture untuk membuat gambar dari obyek, seperti lanskap dalam tampilan 2D atau 3D, memberikan resolusi spasial yang lebih baik daripada radar konvensional. Radar Weibel juga dilengkapi Rx Digital Multi Beam Phased array. (indomiliter)

      Like

          1. Oow…mbah mien. jd mudeng sekarang

            Mbah mien udah muter2 kebeberapa tempat, tampaknya ada yang salah persepsi dg cara kerja radar ini dek dian, hhh

            Like

    2. Kok radius deteksi to dek jimmy…sampeyan keliru pertanyaannya?

      Side scan sonar itu memindai obyek sepanjang jalur yang dilewatinya, disisi kanan&kirinya.

      Tujuan yang ingin dicapai dr alat imaging ini adl, resolusi yang baik(pencitraan sebuah obyek scr jelas&detil)…jd kurang relevan kalo menjadikan jarak sbg tolok ukur.

      Mirip dg pemeriksaan USG itu lho dek jimmy….waduh kalo masi jomblo mana paham yang beginian, hhh

      Like

        1. Bukan soal itu dek jimmy….side scan sonar itu ukurannya bukan radius, tapi luas bidang yang dilewati(disisi kanan dan kirinya), hhh

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s