Perluasan Lahan Lanud Tanjungpinang Jadi Prioritas

Ketua Komisi I DPRD Kepri, Sukri Fakhrial menyatakan, perluasan lahan pangkalan udara (Lanud) Tanjungpinang tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kepri dan jajaran DPRD Kepri. Namun, Sukri menegaskan, pihaknya tidak ingin gegabah dalam menuntaskan kerja prioritas ini.

“Masalah ini tetap menjadi prioritas dan pekerjaan rumah kami. Termasuk pula di antaranya peningkatan status polres, kodim, dan lanal khusus di ibu kota provinsi,” tegas Sukri, kemarin.

Khusus perihal perluasan lahan Lanud, dalam beberapa waktu terakhir ini memang sempat mandeg pembahasannya lantaran sejumlah permasalahan yang cukup menyita. Belum lagi ditambah permasalahan defisit anggaran yang menjadi perhatian bersama. Namun, ketika seluruh permasalah itu rampung, pembahasan peningkatan kualitas pertahanan nasional di Provinsi Kepri tetap akan menjadi prioritas yang harus dituntaskan.

Termasuk pula perihal kajian ketersediaan lahan yang matang, agar niat baik ini justru tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. “Masalah luas lahannya juga sedang dipertimbangkan dengan ketersediaan yang ada, apakah ada masyarakat yang mendiami wilayah sekitar situ, itu kami juga belum tahu sejauh mana pendekatannya,” ujar Sukri.

Sebelumnya, Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang Kolonel PnB Wahyu Anggono mengatakan, radar TNI AU selalu menangkap banyak pergerakan pesawat asing yang menyusup di ruang udara Kepri. Meski sama sekali tidak mengancam kedaulatan, segala bentuk ancaman di daerah perbatasan perlu diantisipasi.

Ia mengatakan, sampai dengan saat ini, apabila terdapat ancaman di ruang udara wilayah Kepri, Lanud RHF Tanjungpinang selalu berkoordinasi dengan markas landasan di Pontianak dan Pekanbaru. “Bila terdapat potensi ancaman di ruang udara Kepri, pesawat tempur di Pontianak dan Pekanbaru langsung diterbangkan ke Kepri. Lama penerbangan sekitar 24 menit,” kata Wahyu.

Ia menambahkan sebenarnya keberadaan landasan pesawat tempur di Kepri sudah sangat mendesak. Karena, Kepri adalah wilayah perbatasan yang langsung berkontak dengan negara asing. Hanya lahan untuk landasan perlu disiapkan. “Kebutuhan lahan untuk landasan pesawat tempur seluas 6,5 hingga 10 hektare. Dengan lahan segitu, akan dapat memakir 4 pesawat tempur jenis F-16,” sebutnya.

Karenanya, ia berharap Pemprov Kepri menghibahkan lahan untuk landasan pesawat tempur. Sehingga, potensi ancaman bisa diantisipasi dan gerakan pesawat asing yang menyusup di ruang udara Kepri bisa terpantau secara maksimal.

Photo : Hawk saat tiba di Bandara RHF Tanjungpinang, Jumat (17/04/2015). (Tribun Batam)

Sumber : Batam Pos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s