Prototipe Radar KF-X Diungkap ke Publik

Badan pengadaan senjata Korea Selatan pada hari Kamis meluncurkan sebuah prototipe radar canggih untuk proyek jet tempur-nya, yang menunjukkan kemampuan awal radar tersebut di tengah upaya militer untuk menyelesaikan pengembangan jet tempur pada tahun 2026.

Agency for Defense Development (ADD) yang dikelola negara melakukan berbagai pengujian untuk memastikan kemampuan versi mock-up dari sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) di sebuah institut penelitian di Yongin, Provinsi Gyeonggi, yang dikelola oleh Hanwha Systems, sebuah perusahaan pertahanan lokal dan kontraktor sipil.

Diantara tes yang dilakukan adalah kemampuan deteksi AESA. Dengan rentang deteksi 120 derajat, AESA melacak target mock-up dengan mentransmisikan gelombang elektronik. Terdiri dari sekitar 1000 modul, AESA mampu mendeteksi objek sepanjang satu meter, menurut pejabat ADD.

“Tujuan kami saat ini adalah untuk mengetahui jenis risiko apa yang akan kita hadapi,” kata seorang pejabat dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dengan syarat anonim. “Kami akan memverifikasi kemampuan kami melalui uji terbang yang akan datang. Jika tidak ada masalah, kita akan lanjutkan. “

Dikenal sebagai peralatan penting untuk jet tempur siluman, AESA memungkinkan pesawat tetap dalam keadaan stealth dengan mengirimkan sinyal yang tersebar di frekuensi band dan sulit dideteksi melalui background noise.

Menurut DAPA, AESA akan diuji coba pada prototipe KF-X, yang pembangunannya dijadwalkan selesai pada 2026. Uji penerbangan akan dilakukan pada tahun 2022, DAPA menambahkan.

Proyek KF-X senilai 18,1 triliun won ($ 15,7 miliar) akan menghasilkan 120 jet tempur dengan teknologi domestik dan dikirim ke Angkatan Udara Korea Selatan pada tahun 2032. KF-X akan menggantikan jet tempur F-4 dan F-5.

Korea Selatan telah memutuskan untuk mengembangkan sistem radar AESA sendiri setelah AS menolak permintaannya untuk mentransfer teknologi inti yang akan diterapkan ke jet tempur KF-X pada tahun 2015. Teknologi tersebut mencakup AESA radar, radio frequency jammer, electronic optics targeting pod, dan infrared search and track (IRST) system.

Namun kontroversi tersebut berlanjut apakah Korea Selatan akan berhasil mengembangkan AESA tanpa bantuan kontraktor dari luar negeri. DAPA menandatangani kesepakatan senilai 400 miliar won dengan kontraktor Israel Elta Systems untuk dukungan teknis pada perangkat pemancar, penerima radar dan lain sebagainya.

DAPA mengulangi bahwa meskipun akan menerima “dukungan teknis” dari kontraktor luar negeri, perangkat keras dan perangkat lunak AESA – seperti algoritma untuk kemampuan deteksi rudal dan sistem penghindaran radar – akan dikembangkan sendiri.

“Sepanjang prosesnya, akan ada fase tertentu dimana kita mendapatkan dukungan teknis, jika perlu. Tapi tidak akan ada keterlibatan luar negeri saat kami memasang radar pada jet tempur KF-X untuk uji terbang, ” kata pejabat DAPA., sebagaimana dilansir dari kantor berita Korea Herald (13/07).

Photo : Radar AESA Korea Selatan (Yonhap)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

5 thoughts on “Prototipe Radar KF-X Diungkap ke Publik”

  1. Pak mau nanya ini progam yg sma dengan ifx bukansi? Atau nggadaa ifx hanya kfx saja? Lalu jika indonesia menyumbang 20% maka indonesia dpt brp unit?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s