Koarmabar Latihan SAR Gabungan di Perairan Batam

Dalam mengantisipasi kecelakaan laut, Koarmabar melaksanakan latihan SAR gabungan di perairan batam. Latihan SAR ini resmi dibuka dengan ditandai upacara gelar pasukan di pelabuhan Batuampar, Senin (10/7) pagi.

Latihan kesiap-siagaan Koarmabar tahun 2017 ini diberikan tema Koarmabar dan Jajarannya Melaksanakan Operasi Pencarian dan Penyelamatan Laut di Wilayah Barat Perairan Wilayah Yurisdiksi Indonesia Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok.

Dalam latihan kesiap-siagaan Koarmabar 2017, bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Mayor Jenderal TNI Agung Risdhianto. Dikarenakan tugas SAR merupakan tugas yang melekat di TNI angkatan laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam pelaksanaan penugasan, maka dari itu, dalam latihan ini akan dinilai langsung oleh Tim Penilai dari Kodiklat TNI.

Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 960 orang personel dan didukung alutsista  diantaranya dari Mako Koarmabar 1 unit KRI Sigma (SHN), 2 PC, 1 KCR, 1 Hellykopter, 1 Cassa, 1 Tim Kopaska Koarmabar, dan 1 Tim Dislambair Koarmabar. Lantamal IV Tanjungpinang melibatkan 1 Unsur KAL, 2 Sea Rider, 1 tim Kesehatan Diskes, 1 unit Intel, 1 tim Pomal, 1 tim Dispen, 1 Kompi Yonmarhanlan IV.

Dari Lanal Batam melibatkan personel Lanal Batam, 2 unit Combat Boat, 1 unsur KAL, 2 unsur Patkamla, 1 tim kesehatan Lanal Batam, 1 unit Intel Lanal, 1 Den Pomal serta diperkuat oleh satuan samping 2 unit Combat Boat Polair Kota Batam, 1 unit Kapal Basarnas, 1 unit kapal KPLP Kantor Pelabuhan Batam, 1 Pleton Kodim Batam, 1 Tim Kesehatan Pemko Batam, 1 unit PMK PLP Kota Batam, 1 Tim DVI Polda Kepri, 1 Tim Kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, Distrik Navigasi Tanjungpinang.

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksmana TNI Ribut Eko Suyanto mengatakan, latihan ini merupakan bagian dari fungsi Koarmabar selaku komando utama operasi di bawah Mabes TNI dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

KRI Sultan Hasanuddin 366 1
KRI Sultan Hasanuddin 366 (TNI AL)

Selain itu, Latihan tahun 2017 ini dilaksanakan guna menguji kesiapan dan kemampuan Koarmabar dalam operasi pencarian dan pertolongan di laut. Dengan tujuan, untuk menguji kesiapsiagaan operasional Koarmabar dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan di laut.

Urgensi pelaksanaan latihan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista Koarmabar, serta mengukur kemampuan unsur-unsur Koarmabar dalam tugas pencarian, penyelamatan dan pertolongan.

“Selain itu, untuk melatih personel Koarambar agar mampu melaksanakan tugas SAR dimulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengendalian penanggulangan kecelakaan di laut,” kata pria yang akrab dipanggil Eko tersebut.

Beberapa materi latihan yang akan dilaksanakan antara lain, meliputi latihan teknik dan prosedur, mekanisme koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait, mekanisme pencarian korban, evakuasi medis, pengamanan lokasi kejadian, mekanisme komando, kendali, komunikasi, interlijen, serta gelar posko darurat dan materi lain yang menunjang profesionalitas prajurit dalam pencarian dan penyelamatan di laut.

Latihan kering dan gladi Mako (Glamako) dilaksanakan di Mako Koarmabar Jakarta. Sedangkan untuk pelaksanaan manuver lapangan akan dilaksanakan di perairan Batam dan sekitarnya dengan tahapan Latihan meliputi glamako, gelar pasukan, briefing pasukan pelaku dan Manuver Lapangan.

“Dan yang terakhir, masuk kedalam kaji ulang, Penutupan Latihan dan laporan pelaksanaan,” imbuh Eko.

Photo : Kopaska (defence.pk)

Sumber : Batam Post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s