‘SharpEye ™’ untuk Dua Pelabuhan di Indonesia

Kelvin Hughes mengumumkan bahwa dua pelabuhan di Indonesia telah memilih varian SBS-800 Upmast X-Band SharpEye ™ untuk memastikan keamanan lalu lintas, pengelolaan dan pemantauan kapal di pelabuhan.

Pelabuhan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya akan menggunakan SBS-800-2 dalam menunjang aktivitasnya, sedangkan Pelabuhan Bitung akan menggunakan Radar Upmast X-Band SharpEye VTS.

Pelabuhan Bitung sedang dikembangkan sebagai pusat internasional dan saat ini menangani kargo, tanker, kontainer dan kapal pesiar. Terletak di Selat Lembeh, 50km timur Manado, Administrasi Pelabuhan Bitung telah memilih SBS-800-3 Pulse Doppler Radar dengan keragaman frekuensi.

Sistem radar SBS-800 dirancang untuk menyesuaikan dengan tipe kemampuan ‘Dasar’ dan ‘Standar’ dari IALA V-128. Dengan teknologi solid-state SharpEye ™ yang dipatenkan, sistem akan mengirimkan urutan pulsa dengan kekuatan rendah yang memungkinkan radar jarak pendek, menengah, dan panjang kembali terdeteksi secara bersamaan.

Data yang diolah oleh sistem memberikan informasi yang koheren mengenai kecepatan target dan memungkinkan pendeteksian objek bergerak sangat kecil dan lambat dengan Radar Cross Section (RCS) yang rendah. Melalui serangkaian filter elektronik, SBS-800 mampu membedakan antara targets of interest and sea, rain and land clutter.

Selain itu, sistem ini tidak membutuhkan magnetron sehingga biaya perawatan akan berkurang secara signifikan, sebagaimana dilansir dari laman Kevin Hughes (07/07).

Photo : VTS radar at Bitung (Kevin Hughes)

Editor : (D.E.S)

Advertisements

7 thoughts on “‘SharpEye ™’ untuk Dua Pelabuhan di Indonesia”

  1. Sik, sik….seingat simbah vts yang dipasang dipulau berhala&dibatam pake buatan raethyon, yang diwakatobi pake JRC, yang disurabaya, bitung&sorong pake kevin hughes, masih ada lagi hibah dr cina dipasang entah dimana diselat makasar….lha trus yang buatan rusia mana?

    Dek jimmy sampeyan ini magabut rupanya…

    Like

  2. Selamat yo dek jimmy, akhire jualannya pecah telor, hhh…td mbah mien baca di jkgr “Perdagangan senpi ilegal, glock hingga makarov”

    Like

  3. Bung dian, gimana kabarnya dg radar indra buatan LEN, kok gak terdengar lg kiprahnya?

    Seingat mbah mien, radar dalam negri ini, justru menghilangkan kemampuan memfilter kapal berukuran kecil (spt speedboat/longboat/sampan kayu) dg clutter disekitarnya, jadi hanya sanggup mendeteksi kapal berukuran sedang keatas…satu lagi ketika menghadapi cuaca buruk, buyar kemampuan deteksinya.

    Memang teknologi kamman filter mahal harganya, hhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s