Amerika Serikat Siap Bekerjasama dengan Rusia Bentuk Zona Terbang Suriah

Rex Tillerson (Istimewa)
Menlu AS Rex Tillerson (Istimewa)

Amerika Serikat (AS) menyatakan kesiapannya untuk membentuk zona larangan terbang di Suriah bersama dengan Rusia.

Hal itu merupakan upaya untuk menciptakan situasi stabil di negara yang dilanda perang saudara tersebut. Rencananya, Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G-20 di Hamburg, Jerman.

Menlu AS Rex Tillerson pun menimpali bahwa Rusia memiliki tanggung jawab khusus untuk menciptakan stabilitas di Suriah. Jika tidak menjalankan tanggung jawab itu, Rusia menurut Tillerson akan berisiko merusak perlawanan terhadap kelompok Islamic State (ISIS).

Merunut para kerja sama sebelumnya dengan membentuk zona anti-konflik di Suriah, Tillerson menegaskan bahwa kedua negara bisa mengesampingkan perbedaan untuk bekerja sama di Suriah.

“Amerika Serikat siap mengeksplor kemungkinan menciptakan stabilitas, termasuk zona larangan terbang di Suriah. Selain juga kerja sama mengawasi gencatan senjata dan mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan,” ujar Tillerson, seperti dikutip AFP, Kamis 6 Juli 2017.

Tillerson mengeluarkan pernyataan itu sebelum bergabung bersama Trump dalam lawatan Eropa. Di pertemuan KTT G-20, diperkirakan isu Suriah akan menjadi bahasan utama.

Para milisi yang didukung AS sendiri sudah terus merangsek masuk ke wilayah Kota Tua Raqqa. Washington melihat hal ini sebagai batu loncatan untuk mengalahkan ISIS di ibu kota de facto dari kekhilafahan mereka.

“ISIS sudah terluka parah dan mungkin dalam jurang kekalahan di Suriah, jika seluruh pihak bisa fokus dalam tujuan ini,” tegas Tillerson.

“Kami mengajak seluruh yang terlibat, termasuk pemerintah Suriah dan sekutunya, pasukan oposisi Suriah dan pasukan koalisi untuk melakukan serangan terukur untuk mengalahkan ISIS. Untuk menghindari konflik antar pihak, semuanya diharapkan bisa menyepakati batas militer untuk zona anti-konflik dan protokol menurunkan eskalasi,” pungkas Tillerson.

Sebelumnya, Rusia, Turki dan Iran,-tanpa turut serta AS,- sepakat untuk menciptakan zona anti-eskalasi di Suriah pada Mei lalu. Zona ini termasuk pula wilayah larangan terbang, dimana tidak boleh ada jet tempur melintas untuk melindungi warga sipil di daratan.

Sumber : Metronews

Advertisements

2 thoughts on “Amerika Serikat Siap Bekerjasama dengan Rusia Bentuk Zona Terbang Suriah”

  1. Suriah masih negara berdaulat, ngapain bikin kerjasama dengan negara lain di situ, lancang sekali…
    Jika negara ingin dihormati maka hormatilah negara lain…

    Like

    1. Indonesia dulu nyaris mengalami beberapa pemberontakan yang jika tidak cepat tertangani bisa berakhir menjadi spt suriah saat ini (ketika pemberontakan prri/permesta dulu, terdapat campur tangan amrik baik melalui pengiriman senjata, pelatihan militer, aksi serangan udara thd militer RI baik dr lanud yg dikuasai aurev/permesta maupun serangan jarak jauh dr filipina (Allan pope dkk) pengiriman pasukan us marine utk mengamankan kilang didumai&duri).

      Tapi menurut mbah mien, bangsa kita ini tetap bisa berpikir jernih….tidak keras kepala spt bangsa2 di suriah, afgan atau irak…itu yang membuat negara kita masih ada hingga sekarang

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s