Peralatan Radar Militer Hilang di Pelabuhan Malaysia

Peralatan Radar (The Star)
Peralatan Radar hilang di Malaysia. (The Star)

Pengiriman peralatan radar militer berteknologi tinggi bernilai jutaan ringgit telah hilang dari Pelabuhan Tanjung Pelepas.

Departemen Kepabeanan dan Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (Miti) sedang menyelidiki masalah tersebut.

Nusajaya OCPD Asst Comm Nor Hashim Mohamad membenarkan sebuah laporan polisi mengenai masalah tersebut.

Sementara itu, Asisten Direktur Jenderal Bea Cukai (penegakan hukum) Datuk Paddy Abd Halim mengatakan penyelidikan internal juga dilakukan.

Dilansir dari kantor berita The Star (29/06), Sumber mengatakan pejabat Bea Cukai menahan sistem radar sesaat setelah kiriman tersebut tiba dari Australia bulan lalu.

Barang-barang itu, dalam satu wadah, seharusnya dikirim ke Belanda melalui Johor namun tidak memiliki izin yang diperlukan, yang menyebabkan penahanan terhadap kiriman tersebut.

Semua peralatan militer yang dikirim keluar dari, atau saat transit di pelabuhan Malaysia manapun, memerlukan izin khusus dari Miti.

Tidak ada izin atau dokumen pendukung lainnya saat diminta oleh pejabat pelabuhan dan Bea Cukai, kata seorang sumber.

Ketika dilakukan audit baru-baru ini, material rahasia tidak dapat ditemukan di pelabuhan dan sebuah laporan polisi kemudian diajukan.

Pihak berwenang belum mengesampingkan kemungkinan bahwa pengiriman barang tersebut telah dimuat ke kapal lain dan dikirim ke Belanda secara diam-diam untuk menghindari masalah lebih lanjut.

Sumber tersebut menambahkan bahwa tidak mudah peralatan dipindahkan melalui transportasi darat karena pemeriksaan ketat di titik masuk dan keluar pelabuhan.

Diketahui bahwa Bea Cukai telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki masalah ini secara internal dan menentukan apakah prosedur operasi standar telah diikuti.

Sumber tersebut mengatakan bahwa peralatan sensitif tersebut memerlukan izin berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Strategis 2010.

Hukumannya berat karena denda bisa setinggi RM 10mil, sementara yang dihukum juga bisa menghadapi tuntutan hukuman mati, tambah sumber tersebut.

Izin tersebut dikeluarkan dari sekretariat perdagangan strategis Miti di Kuala Lumpur, kata sumber tersebut, menambahkan bahwa dokumen untuk izin semacam itu dapat diisi secara online dan diperlukan lima hari kerja untuk izin tersebut dikeluarkan.

Undang-undang tersebut, yang berjumlah 1.237 halaman dalam bahasa Inggris dan Bahasa Malaysia, ada di situs Miti dan mencakup berbagai barang dan barang sensitif untuk mengendalikan atau mencegahnya agar tidak digunakan sebagai senjata nuklir dan senjata pemusnah massal, terutama jika barang jatuh ke tangan ekstremis.

Editor : (D.E.S)

Advertisements

3 thoughts on “Peralatan Radar Militer Hilang di Pelabuhan Malaysia”

  1. Ini Jiran Kok Masalahnya Lucu2 ya?… Klaim buatan Tempatan Lah,Mesin Jet Hilang Lah,Submarine Tak Boleh Silam Lah,DLL

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s